KPLI Olah Limbah Jadi Berguna
Jumat, 14 Januari 2011 21:34 WIB
Batam (ANTARA News) - Kawasan Pengolahan Limbah Industri Batam mengolah 40 persen limbah industri menjadi berguna.
"Bagus sekali, limbah tidak hanya dikumpul tetapi diolah jadi berguna," kata Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta, usai mengunjungi Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI) Batam, Jumat.
Dari seluruh limbah sisa industri Batam, sebanyak 40 persen diantaranya diolah menjadi bahan berguna yang dapat diekspor, dan hanya 60 persen yang dibuang ke Cileungsi.
Menurut Menteri, pengelolaan itu sangat bagus.
"Memang, kami maunya supaya bisa dimanfaatkan semua, zero waste, tapi ini sudah bagus," kata Menteri.
Ia mengatakan sistem pengolahan limbah di Batam amat baik karena dilengkapi laboratorium dan alat yang dirancang Institut Teknologi Bandung.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengelolaan Dampak Lingkungan Daerah Batam Dendi Purnomo mengatakan KPLI Batam mampu mendaur ulang limbah kimia menjadi bahan yang dapat digunakan lagi.
"Bahan kimia didaur ulang menjadi beberapa jenis, di antaranya etanol murni yang diekspor ke Singapura," kata dia.
Dari seluruh limbah kimia, KPLI mampu mengolah sekitar 35 persen di antaranya menjadi bahan berguna, sedangkan ampasnya dikirim ke pabrik pengolah limbah B3 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Barang-barang yang terkontaminasi dibakar di KPLI, tidak dikirim ke Cileungsi," kata dia.
Pengelolaan limbah oleh KPLI Batam menghemat biaya angkut limbah ke Pulau Jawa.
Sepanjang 2010, kata Dendi, KPLI mengelola 133.000 ton limbah. (Y011/M012/Btm1)
"Bagus sekali, limbah tidak hanya dikumpul tetapi diolah jadi berguna," kata Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta, usai mengunjungi Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI) Batam, Jumat.
Dari seluruh limbah sisa industri Batam, sebanyak 40 persen diantaranya diolah menjadi bahan berguna yang dapat diekspor, dan hanya 60 persen yang dibuang ke Cileungsi.
Menurut Menteri, pengelolaan itu sangat bagus.
"Memang, kami maunya supaya bisa dimanfaatkan semua, zero waste, tapi ini sudah bagus," kata Menteri.
Ia mengatakan sistem pengolahan limbah di Batam amat baik karena dilengkapi laboratorium dan alat yang dirancang Institut Teknologi Bandung.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengelolaan Dampak Lingkungan Daerah Batam Dendi Purnomo mengatakan KPLI Batam mampu mendaur ulang limbah kimia menjadi bahan yang dapat digunakan lagi.
"Bahan kimia didaur ulang menjadi beberapa jenis, di antaranya etanol murni yang diekspor ke Singapura," kata dia.
Dari seluruh limbah kimia, KPLI mampu mengolah sekitar 35 persen di antaranya menjadi bahan berguna, sedangkan ampasnya dikirim ke pabrik pengolah limbah B3 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Barang-barang yang terkontaminasi dibakar di KPLI, tidak dikirim ke Cileungsi," kata dia.
Pengelolaan limbah oleh KPLI Batam menghemat biaya angkut limbah ke Pulau Jawa.
Sepanjang 2010, kata Dendi, KPLI mengelola 133.000 ton limbah. (Y011/M012/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
RSBP Batam menuju green hospital olah limbah medis jadi bahan baku paving block
09 April 2026 10:50 WIB
Bea Cukai Batam : 4 dari 914 kontainer berisi limbah B3 telah dikembalikan
23 January 2026 11:34 WIB
Kejari Batam sebut pembubaran PT TBS cegah pelanggaran hukum oleh korporasi
16 January 2026 16:35 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
DPRD-Pemkot Batam sepakati rancangan KUA/PPAS APBD Batam 2027 sebesar Rp4,8 T
15 August 2026 14:10 WIB