Pemkot Batam Tunggu Pendeteksi Lalu Lintas Kapal
Sabtu, 19 Februari 2011 18:42 WIB
Limbah lumpur oli hitam juga mengotori pelampung dan jaring nelayan di Bintan. (kepri.antaranews,com/Henky Mohari)
Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam menunggu realisasi pangadaan alat pendeteksi lalu lintas dan kegiatan kapal yang dijanjikan pemerintah pusat untuk mengatasi kasus limbah internasional.
"Kami menunggu realisasi komitmen pemerintah pusat yang menjanjikan 'marine electronic highway' (MEH) untuk mendeteksi pembuangan limbah," kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Sabtu.
MEH, kata dia, merupakan alat yang dapat mendeteksi lalu lintas dan aktivitas kapal di laut, termasuk bila ada pembuangan limbah.
Janji pengadaan MEH sudah dua tahun, namun belum direalisasikan.
Menurut dia, dengan MEH, maka Bapedalda, aparat kepolisian dan TNI AL dapat mengetahui aktivitas pembuangan limbah sehingga bisa mencegahnya. Kalau pun limbah sudah terlanjur dibuang, MEH bisa mengetahui kapal yang melanggar peraturan, untuk dijerat hukum.
Ia mengatakan pemkot sudah menyiapkan segala sesuatu untuk operasi MEH, termasuk pelatihan aparat untuk menggunakannya.
"Kami sudah siap, tinggal tunggu 'deploy'-nya saja," kata dia. Sementara itu, setiap musim angin utara, limbah minyak selalu terdampar di perairan Batam, terbawa arus air laut.
Diduga, limbah itu dibuang di perairan internasional pada waktu-waktu tertentu, hingga terdampar di beberapa pantai Batam dan pulau-pulau sekitar.
Limbah yang terdampar, berbentuk ceceran menggumpal di antara air laut, dan ada pula yang sudah dalam kemasan karung plastik.
(Y011/I006/Btm1)
"Kami menunggu realisasi komitmen pemerintah pusat yang menjanjikan 'marine electronic highway' (MEH) untuk mendeteksi pembuangan limbah," kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Sabtu.
MEH, kata dia, merupakan alat yang dapat mendeteksi lalu lintas dan aktivitas kapal di laut, termasuk bila ada pembuangan limbah.
Janji pengadaan MEH sudah dua tahun, namun belum direalisasikan.
Menurut dia, dengan MEH, maka Bapedalda, aparat kepolisian dan TNI AL dapat mengetahui aktivitas pembuangan limbah sehingga bisa mencegahnya. Kalau pun limbah sudah terlanjur dibuang, MEH bisa mengetahui kapal yang melanggar peraturan, untuk dijerat hukum.
Ia mengatakan pemkot sudah menyiapkan segala sesuatu untuk operasi MEH, termasuk pelatihan aparat untuk menggunakannya.
"Kami sudah siap, tinggal tunggu 'deploy'-nya saja," kata dia. Sementara itu, setiap musim angin utara, limbah minyak selalu terdampar di perairan Batam, terbawa arus air laut.
Diduga, limbah itu dibuang di perairan internasional pada waktu-waktu tertentu, hingga terdampar di beberapa pantai Batam dan pulau-pulau sekitar.
Limbah yang terdampar, berbentuk ceceran menggumpal di antara air laut, dan ada pula yang sudah dalam kemasan karung plastik.
(Y011/I006/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Kemenhaj Batam imbau jamaah calon haji ikuti manasik dengan sungguh-sungguh
30 January 2026 14:11 WIB