Korban Gempa Jepang Hampir 22.000
Senin, 21 Maret 2011 13:57 WIB
Tsunami telah menyapu kapal hingga ke daratan di Prefektur Miyagi, timur laut Jepang (12/3). (FOTO.ANTARA/REUTERS/Kyodo)
Osaka (ANTARA News)
- Jumlah korban tewas dan yang dinyatakan hilang akibat gempa bumi
dahsyat dan tsunami di Jepang mendekati 22.000 orang hingga Senin, atau
10 hari setelah bencana itu menghantam pesisir timur laut negara
tersebut.
Tapi dikhawatirkan jumlah persis korban tewas jauh lebih tinggi dalam bencana yang menyapu daerah sepanjang pantai Pasifik bagian timur pulau Honshu itu.
Badan kepolisian nasional mengatakan sebanyak 8.649 orang telah dikonfirmasi tewas dan 13.262 hilang - sehingga menjadi total 21.911 - pada pukul 12:00 waktu setempat (15:00 WIB) Senin sebagai akibat dari bencana 11 Maret.
AFP melaporkan, sebanyak 2.644 orang terluka akibat bencana dahsyat tersebut.
Prefektur Miyagi paling terpukul, dengan korban kematian dikonfirmasi 5.244.
Namun kepala polisi Miyagi, Takeuchi Naoto mengatakan dalam pertemuan satuan tugas Minggu bahwa prefektur itu sendiri "perlu untuk mengamankan fasilitas guna menjaga jasad lebih dari 15.000 orang," menurut laporan Jiji Press.
Pemerintah Kota Ishinomaki di Miyagi mengatakan pada laman jejaringnya: "Jumlah terakhir warga yang hilang di kota itu diperkirakan mencapai 10.000."
Gempa tersebut telah menjadi bencana alam paling mematikan di Jepang sejak gempa bumi besar Kanto tahun 1923, yang menewaskan lebih dari 142.000 orang.
Ratusan ribu orang telah mengungsi dari rumah mereka dan berlindung di fasilitas-fasilitas evakuasi.
(SYS/H-AK/M016)
Tapi dikhawatirkan jumlah persis korban tewas jauh lebih tinggi dalam bencana yang menyapu daerah sepanjang pantai Pasifik bagian timur pulau Honshu itu.
Badan kepolisian nasional mengatakan sebanyak 8.649 orang telah dikonfirmasi tewas dan 13.262 hilang - sehingga menjadi total 21.911 - pada pukul 12:00 waktu setempat (15:00 WIB) Senin sebagai akibat dari bencana 11 Maret.
AFP melaporkan, sebanyak 2.644 orang terluka akibat bencana dahsyat tersebut.
Prefektur Miyagi paling terpukul, dengan korban kematian dikonfirmasi 5.244.
Namun kepala polisi Miyagi, Takeuchi Naoto mengatakan dalam pertemuan satuan tugas Minggu bahwa prefektur itu sendiri "perlu untuk mengamankan fasilitas guna menjaga jasad lebih dari 15.000 orang," menurut laporan Jiji Press.
Pemerintah Kota Ishinomaki di Miyagi mengatakan pada laman jejaringnya: "Jumlah terakhir warga yang hilang di kota itu diperkirakan mencapai 10.000."
Gempa tersebut telah menjadi bencana alam paling mematikan di Jepang sejak gempa bumi besar Kanto tahun 1923, yang menewaskan lebih dari 142.000 orang.
Ratusan ribu orang telah mengungsi dari rumah mereka dan berlindung di fasilitas-fasilitas evakuasi.
(SYS/H-AK/M016)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemdiktisaintek bebaskan biaya UKT untuk 5.000 mahasiswa terdampak gempa di NTT
27 August 2026 12:38 WIB
Pelni Tanjungpinang gratiskan biaya pengiriman logistik untuk korban gempa NTT
21 August 2026 14:33 WIB
Basarnas evakuasi lansia hingga ibu hamil di NTT yang sakit serta trauma gempa
20 August 2026 14:48 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Staf Pentagon jalani tes poligraf terkait kebocoran informasi dan kekurangan stok amunisi
05 September 2026 14:28 WIB
Pemprov Kepri Renovasi Masjid Raya Dompak untuk berikan kenyamanan beribadah
04 September 2026 18:11 WIB
Kampung Adat Ende jadi alternatif wisata usai kebakaran melanda Kampung Adat Sade
04 September 2026 16:14 WIB
Akibat kabur asap, Pesawat yang ditumpangi Menteri Kehutanan gagal mendarat di Kalbar
03 September 2026 16:10 WIB
Terkait prajurit AL di Thailand, TNI siap lakukan evaluasi jika terbukti ada pelanggaran
03 September 2026 16:00 WIB