Jakarta (ANTARA News)- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin siang turun 0,06 persen, karena pelaku pasar berbalik arah yang semula membeli kini melepas saham, akibat minimnya faktor pendukung pasar.
Indeks BEI turun 2,275 poin menjadi 3.728,232 dan indeks LQ melemah 1,160 poin atau ,017 persen menjadi 669,992.
Analis PT First Asia Capital, Irfan Kurniawan di Jakarta, Senin mengatakan, minimnya faktor pendukung di pasar merupakan salah satu alasan bagi pelaku pasar untuk melepas saham.
Selain itu pelaku pasar cenderung menahan diri menanti keluar laporan kinerja keuangan emiten pada kuartal pertama 2011, ucapnya.
Irfan Kurniawan mengatakan, indeks BEI sebenarnya masih cukup stabil, karena perdagangan saham itu masih belum melebar, akibat sikap hati-hati para pelaku pasar.
"Kami memperkirakan pergerakan indeks hampir tidak jauh berbeda dengan hari sebelumnya, karena pelaku belum aktif bermain di pasar," katanya.
Pelaku pasar, lanjut dia khususnya asing juga masih belum aktif, mereka menunggu laporan lebih lanjut mengenai radiasi nuklir Jepang yang dikatakan makin berbahaya.
Jepang diharapkan dapat segera memulihkan ekonominya lebih cepat agar pertumbuhan ekonomi kawasan Asia makin kuat, ucapnya.
Menurut dia, apabila ada perubahan di kawasan Asia dengan membaiknya ekonomi Jepang, maka pelaku asing akan turun ke pasar domestik melakukan pembelian saham dan rupiah.
IHSG maupun rupiah akan meningkat karena aksi beli oleh pelaku pasar memicu kedua pasar itu ramai.
"Kami optimis apabila pasar kembali diramaikan oleh investasi asing baik saham maupun rupiah akan mengalami kenaikan yang cukup tajam," ucapnya.
(ANT-H-CS/B008/Btm3)
Indeks BEI Siang Turun 0,06 Persen
Senin, 18 April 2011 12:27 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov apresiasi dukungan pemerintah pusat bangun sektor pendidikan di Kepri
01 July 2026 17:12 WIB
Purbaya yakin IHSG bergerak naik usai investor paham dari dampak BUMN khusus ekspor
21 May 2026 13:18 WIB
IHSG terperosok 3 persen imbas konflik Iran vs AS-Israel, BEI sebut krisis energi jadi pemicu
04 March 2026 12:17 WIB