Batam (ANTARA News) - Indonesian National Shipowners Association (INSA) menyarankan pelaut yang akan menelusuri Perairan Somalia menuju Terusan Suez mengikuti alur pelayaran yang dijaga gabungan tentara AL dunia atau joint forces.
"Menelusuri titik-titik yang ada gabungan tentara AL dunia, itu adalah best practise," kata Ketua Umum INSA Johnson W Sutjipto di sela-sela Inamarine Expo di Batam, Rabu.
Ia mengatakan dengan mengikuti alur pelayaran yang dijaga pasukan gabungan tentara internasional, maka kapal lebih aman dari ancaman serangan pembajak.
Selain itu, ia juga menyarankan untuk melengkapi kapal dengan ranjau dan water canon sebagai penangkal bila ada pembajak yang berupaya menyusup ke dalam kapal.
INSA juga menganjurkan pemilik kapal menggunakan tentara bayaran untuk melindungi kapalnya dari upaya pembajakan.
"Karena kapal sipil tidak boleh dilengkapi senjata," kata dia.
Menurut dia, banyak kapal asing yang sudah dilengkapi tentara bayaran.
Mengenai bayaran yang harus dikeluarkan, ia mengatakan sebanding dengan nilai perlindungan kapal dari ancaman penyelundupan.
Sementara itu, pascapembajakan Kapal MT Sinar Kudus, kini pihak asuransi banyak yang menawarkan perlindungan dari pembajakan dan penebusan bayaran, kata dia.
Jumlah premi yang harus dikeluarkan, kata dia, bekisar 180.000 dolar AS, tergantung dari besar kapal.
"Ini juga untuk perlindungan kapal dari ancaman penyelundupan," kata dia.
(ANT-YJN/S022/Btm3)
INSA Sarankan Pelaut Ikuti Alur Tentara Gabungan
Rabu, 4 Mei 2011 14:37 WIB
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian Perhubungan siapkan lulusan sekolah pelaut bersaing hadapi MEA
02 July 2022 17:27 WIB, 2022
Pemerintah perkuat perlindungan terhadap pelaut dan awak kapal perikanan
09 February 2021 12:40 WIB, 2021