Logo Header Antaranews Kepri

Beberapa Pelaut Batam Berada di KM Gemini

Rabu, 4 Mei 2011 14:20 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Beberapa pelaut Batam berada di KM Gemini berbendera Singapura yang kini dibajak di Perairan Somalia.

"Beberapa orang ABK KM Gemini itu berdomisili di Batam," kata Ketua Yayasan Maritim Indonesia Nada Faza Soraya di sela-sela Inamarine Expo di Batam, Rabu.

Nada Faza Soraya mengatakan para pelaut WNI yang disekap pembajak Somalia memiliki rumah dan tinggal di Batam, meskipun asalnya bukan dari kota industri.

Namun, ia enggan memberikan data nama-nama pelaut yang kini menjadi tawanan di Perairan Somalia.

Nada menyampaikan harapan agar pemerintah serius membantu pemulangan 13 WNI itu.

"Meskipun Indonesia tidak bisa lakukan apa-apa karena kapal itu berbendera Singapura, paling tidak ada dukungan pembebasan," kata perempuan yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Batam.

Tidak Berwenang

Di tempat yang sama, Ketua Umum Indonesian National Shipowner Association (INSA) Johnson W Sutjipto mengatakan pemerintah dan warga Indonesia tidak bisa berbuat banyak untuk membebaskan pelaut yang menjadi tawanan pembajak.

"Yang bisa dilakuan hanya berdoa, tabah dan sabar," kata dia.

Menurut dia, karena perairan internasional mengenal "negara bendera", maka Indonesia tidak memiliki wewenang untuk membebaskan warga negaranya yang berada di kapal berbendera Singapura itu.

"Kapal itu menjadi wilayah teritorial Singapura, Indonesia tidak bisa melakukan apa-apa," kata dia.

Pemerintah harus memberikan kepercayaan kepada pemerintah Singapura dalam upaya membebaskan kapalnya.

Berdasarkan catatan INSA, sebanyak 392 upaya penyerangan dilakukan pembajak Somalia, 53 di antaranya berhasil dikuasai dan dibajak.

Sepanjang tahun 2010, INSA mencatat 1.181 pelaut tersandera, delapan di antaranya meninggal dalam penyekapan.

"Pembajak Somalia brutal dan berbahaya," kata dia.

(ANT-YJN/A011/Btm3)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026