Investor Malaysia Bangun Resor di Karimun
Senin, 9 Mei 2011 21:56 WIB
Karimun (ANTARA News) - Sebuah perusahaan asal Malaysia akan membangun resor dan 'homestay' atau 'second home' bagi wisatawan mancanegara berusia lanjut di lokasi objek wisata air panas di Desa Tanjung Hutan, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
''Kami belum akan menyebutkan nama perusahaannya, yang jelas investor tersebut berasal dari Malaysia,'' kata Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Karimun, Muhammad Tahar di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Menurut Muhammad Tahar, investor tersebut akan membangun resor dan 'homestay' atau 'second home' bagi para manusia lanjut usia (manula) dari luar negeri di atas lahan seluas 200 hektare di lokasi objek wisata air panas Tanjung Hutan, Kecamatan Buru.
Nilai investasinya, kata dia, tidak tanggung-tanggung, sebesar Rp2,5 triliun.
''Mereka sudah lima kali bolak-balik meninjau lokasi, ini menunjukkan mereka serius untuk berinvestasi. Bahkan, mereka telah mengurus izin prinsip. Langkah selanjutnya tinggal menunggu arahan dari Bupati,'' ucapnya.
Dia mengatakan, investor tersebut sudah berpengalaman dalam membangun resor dan 'homestay' bagi wisman manula.
''Para manula dari luar negeri menyukai tinggal di tempat-tempat wisata sebagai tempat menghabiskan masa istirahat di hari tua. Perusahaan ini juga memiliki usaha sejenis di Eropa dan Afrika,'' kata dia.
Dia mengungkapkan, investor tersebut tertarik berinvestasi karena di Tanjung Hutan mempunyai sumber mata air panas.
''Selain menunggu arahan dari Bupati, proses selanjutnya adalah pembebasan lahan warga. Kami berharap pada akhir 2011 perusahaan tersebut sudah memulai kegiatannya,'' katanya.
(ANT-RD/Btm1)
''Kami belum akan menyebutkan nama perusahaannya, yang jelas investor tersebut berasal dari Malaysia,'' kata Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Karimun, Muhammad Tahar di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Menurut Muhammad Tahar, investor tersebut akan membangun resor dan 'homestay' atau 'second home' bagi para manusia lanjut usia (manula) dari luar negeri di atas lahan seluas 200 hektare di lokasi objek wisata air panas Tanjung Hutan, Kecamatan Buru.
Nilai investasinya, kata dia, tidak tanggung-tanggung, sebesar Rp2,5 triliun.
''Mereka sudah lima kali bolak-balik meninjau lokasi, ini menunjukkan mereka serius untuk berinvestasi. Bahkan, mereka telah mengurus izin prinsip. Langkah selanjutnya tinggal menunggu arahan dari Bupati,'' ucapnya.
Dia mengatakan, investor tersebut sudah berpengalaman dalam membangun resor dan 'homestay' bagi wisman manula.
''Para manula dari luar negeri menyukai tinggal di tempat-tempat wisata sebagai tempat menghabiskan masa istirahat di hari tua. Perusahaan ini juga memiliki usaha sejenis di Eropa dan Afrika,'' kata dia.
Dia mengungkapkan, investor tersebut tertarik berinvestasi karena di Tanjung Hutan mempunyai sumber mata air panas.
''Selain menunggu arahan dari Bupati, proses selanjutnya adalah pembebasan lahan warga. Kami berharap pada akhir 2011 perusahaan tersebut sudah memulai kegiatannya,'' katanya.
(ANT-RD/Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi VII DPR RI soroti wisman Singapura dan Malaysia belanja sembako di Batam
11 February 2026 9:04 WIB
Soal isu perbatasan Indonesia-Malaysia picu perdebatan di Parlemen Malaysia
04 February 2026 17:24 WIB
Bareskrim bersama Polda Kepri selidiki penyelundupan pasir timah ke Malaysia
30 January 2026 9:07 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Satgas Pangan Natuna sidak pasar, pantau harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan
14 February 2026 15:04 WIB
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB