Pemerintah lanjutkan program bansos
Rabu, 3 Januari 2024 17:29 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (3/1/2024). ANTARA/HO-KSP.
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan pemerintah tetap melanjutkan program bantuan sosial (bansos), meski ada pihak-pihak yang meminta program itu dihentikan karena memunculkan persepsi menguntungkan pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.
Moeldoko dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menegaskan bansos merupakan program jaminan sosial yang sudah lama digagas pemerintah, dan telah memberikan manfaat bagi jutaan masyarakat Indonesia terutama yang kurang mampu.
"Ndak akan menghentikan (bansos). Jadi nggak ada, nggak ada tendensi apapun, ini memang program jaminan sosial yang sudah lama digagas oleh pemerintah,” kata Moeldoko di Jakarta, Rabu.
Ia mencontohkan bansos beras sebanyak 10 kg yang disalurkan oleh pemerintah sejak April 2023 terbukti mampu mengendalikan inflasi.
“Masyarakat akhirnya mengurangi pengeluaran dengan adanya bantuan pemerintah yang 10 kilogram," kata dia.
Dia menegaskan program bansos, termasuk bantuan beras kepada masyarakat miskin itu jauh dilakukan sebelum pasangan capres-cawapres ditetapkan.
Ia mengatakan program bansos terutama bansos beras tidak ada hubungan dengan pemilu atau Pilpres 2024, dan bansos terus diberikan hingga Maret 2024.
“Jadi kalau ada hubungannya dengan pemilu, mungkin setelah Februari berhenti. Buktinya berjalan terus, nanti ada tiga bulan, ada lagi tiga bulan berikutnya,” kata Moeldoko.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Moeldoko: Pemerintah tetap lanjutkan program bantuan sosial
Moeldoko dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menegaskan bansos merupakan program jaminan sosial yang sudah lama digagas pemerintah, dan telah memberikan manfaat bagi jutaan masyarakat Indonesia terutama yang kurang mampu.
"Ndak akan menghentikan (bansos). Jadi nggak ada, nggak ada tendensi apapun, ini memang program jaminan sosial yang sudah lama digagas oleh pemerintah,” kata Moeldoko di Jakarta, Rabu.
Ia mencontohkan bansos beras sebanyak 10 kg yang disalurkan oleh pemerintah sejak April 2023 terbukti mampu mengendalikan inflasi.
“Masyarakat akhirnya mengurangi pengeluaran dengan adanya bantuan pemerintah yang 10 kilogram," kata dia.
Dia menegaskan program bansos, termasuk bantuan beras kepada masyarakat miskin itu jauh dilakukan sebelum pasangan capres-cawapres ditetapkan.
Ia mengatakan program bansos terutama bansos beras tidak ada hubungan dengan pemilu atau Pilpres 2024, dan bansos terus diberikan hingga Maret 2024.
“Jadi kalau ada hubungannya dengan pemilu, mungkin setelah Februari berhenti. Buktinya berjalan terus, nanti ada tiga bulan, ada lagi tiga bulan berikutnya,” kata Moeldoko.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Moeldoko: Pemerintah tetap lanjutkan program bantuan sosial
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna salurkan bantuan 12,5 ton beras untuk 1.258 keluarga rawan pangan
12 March 2026 13:07 WIB
Baznas Batam salurkan bantuan ke 1.870 penerima manfaat dan 300 penyandang disabilitas
10 March 2026 16:05 WIB
Sambut Lebaran, Kemensos berikan baju baru untuk siswa Sekolah Rakyat 32 Natuna
08 March 2026 7:10 WIB
WHO peringatkan krisis persediaan medis di Gaza akibat pembatasan akses masuk
07 March 2026 15:37 WIB
Pemkot Batam salurkan bantuan hibah untuk 30 masjid saat Safari Ramadhan 1447 H
04 March 2026 13:23 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Perbaiki gizi balita, Pemkab Natuna gulirkan Program Makanan Tambahan berbasis pangan lokal
13 March 2026 11:45 WIB