Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Natuna Cen Sui Lan salurkan insentif untuk imam dan marbot

Kamis, 5 Maret 2026 07:10 WIB
Image Print
Proses penyaluran bantuan di Sedanau, Natuna pada Rabu (4/3/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, menyalurkan bantuan berupa uang tunai bagi para imam dan marbot masjid serta surau di wilayah tersebut. Langkah ini merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah daerah terhadap peran penting para pemuka agama.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, di Masjid An Nur Sedanau, Rabu (4/3/2026) sore. Adapun total bantuan uang tunai yang diserahkan secara simbolis tersebut sebesar Rp750.000.

Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa sumber dana bantuan ini berasal dari APBD Natuna Tahun Anggaran 2026.

"Kita memberikan insentif kepada pemuka agama, mencakup imam dan marbot," ujar Cen Sui Lan.

Penyaluran Berbasis Data Kesra

Ia menjelaskan bahwa bantuan ini tidak hanya berhenti di Sedanau, melainkan akan disalurkan ke seluruh imam dan marbot di Kabupaten Natuna. Penentuan penerima bantuan merujuk pada data yang telah dihimpun oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna.

Selain bantuan berupa uang tunai, Pemkab Natuna juga menyiapkan rangkaian bantuan sosial lainnya untuk menyemarakkan bulan suci ini.

"Selain bantuan itu, kita juga menyalurkan bantuan lain seperti beras dan zakat mal," tambahnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Natuna Sudirman mengatakan program insentif bagi imam dan marbot itu baru diluncurkan pada tahun ini. Tidak hanya imam dan marbot, pemuka agama lain seperti pendeta dan biksu, serta penjaga gereja dan vihara juga menerima bantuan serupa.

Total penerima manfaat di seluruh Natuna mencapai ribuan orang, dengan penyaluran dilakukan secara bertahap.

Ia menambahkan, Rp750.000 tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan, dengan rincian Rp250.000 per bulan. Bantuan hanya diberikan untuk lima bulan dalam setahun.

"Kita akan salurkan secara bertahap, dan kita sebenarnya ingin satu tahun penuh, namun belum bisa, kita sesuaikan dengan kondisi APBD," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026