Batam (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencanangkan bebas bibir sumbing sebagai salah satu program kesejahteraan rakyat.

"Kami mencanangkan Kepri bebas sumbing," kata Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani dalam operasi bibir sumbing gratis yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Singapura di Batam, Senin.

Ia mengatakan, Kepri harus bebas bibir sumbing, namun tidak menargetkan waktunya. "Waktunya belum ditentukan, yang penting prosesnya dulu," kata Gubernur.

Saat ini, pemerintah akan mendata jumlah penderita bibir sumbing sebagai awal pencanangan Kepri bebas sumbing.

Pemerintah akan mengalokasikan dana untuk membebaskan Kepri dari bibir sumbing.  "Kami akan berupaya mengalokasikan dana bebas bibir sumbing dalam APBD," kata Gubernur.

Konsulat Jenderal Singapura yang berada di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau mengadakan bakti sosial operasi bibir sumbing dan luka pada muka kepada 200 anak Kepri, Senin.

"Ini merupakan hasil donasi warga Singapura yang bekerja di Batam," kata Konsul Konjen Singapura di Batam Raj Kumar.

Konjen Singapura bekerja sama dengan Persatuan Suku Marga Tionghoa Kepri, Rumah Sakit Awal Bross dan Lembaga Swadaya Masyarakat internasional Operation Smile mengumpulkan anak-anak dengan cacat sumbing dari seluruh Kepri.

Bahkan, kata Raj, ada yang berasal dari Kabupaten Anambas, Lingga dan Karimun.

Raj mengatakan, seluruh dana dikumpulkan pada malam dana yang diadakan Konjen Singapura di Batam, beberapa waktu lalu.

"Ada 120 orang Singapura yang hadir pada malam pengumpulan dana itu," kata Raj.

Namun Raj enggan mengungkapkan jumlah dana yang terkumpul dan tersaklurkan dalam bakti sosial. "Semuanya langsung diserahkan ke Operation SMILE," kata dia.

Di antara dana yng dikeluarkan adalah 70.000 dolar AS untuk membeli dan mengirimkan perlengkapan medis dan obat-obatan ke Batam, kata dia.

Raj berharap dapat menyaksikan senyum pasien usai dioperasi."Kami berharap bisa kembali lagi ke Batam dan melakukan operasi. Kami menantikan senyum pasien," katanya.

(ANT-YJN/N002/Btm3)