Ribuan pendukung AMIN lantunkan salawat Gus Dur
Kamis, 8 Februari 2024 17:04 WIB
Pendukung menggunakan topeng cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat kampanye di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/2/2024). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/tom. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Bandung (ANTARA) - Ribuan pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) melantunkan salawat tanpo waton atau salawat Gus Dur dalam kampanye akbar PKB di GOR C-Tra Arena Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis.
Calon wakil Presiden Muhaimin Iskandar turut memimpin salawat itu. Salawat itu diajarkan oleh Ketua Dewan Syura PKB Banyuwangi, Kiai Abdul Ghoffar Lazim. Petikan salawat yang dilantunkan.
Ya roshulalloh salam mun'alaika
Ya rofi'asyaaniwaddaarojii 'Athfataiyajii rotal'alaami
Ya Uuhailaljudiwalkaromi
Ya Uuhailaljudiwalkaromi
Suara anda jangan mau dibeli
Itu menguntungkan oligarki
Mari kita tegakkan demokrasi
Indonesia bukanlah miliki dinasti
Indonesia bukanlah miliki dinasti
Dalam orasi politiknya, Muhaimin sempat menyinggung praktik oligarki yang masih marak terjadi di Indonesia.
“Munculnya oligarki akibat cara mengambil keputusan atau membuat aturan hanya ditentukan oeh segelintir orang, tidak melibatkan seluruh orang yang terlibat dalam pembuatan aturan itu namanya oligarki,” katanya menegaskan.
Muhaimin berjanji, jika Anies-Muhaimin menang Pilres 2024, mereka akan mengembalikan tata kelola pengambilan keputusan sesuai etika. Lanjut dia, perubahan adalah mengembalikan tata kelola pemerintahan kepada etika dan spirit dari reformasi dan demokrasi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ribuan pendukung AMIN lantunkan salawat tanpo waton
Calon wakil Presiden Muhaimin Iskandar turut memimpin salawat itu. Salawat itu diajarkan oleh Ketua Dewan Syura PKB Banyuwangi, Kiai Abdul Ghoffar Lazim. Petikan salawat yang dilantunkan.
Ya roshulalloh salam mun'alaika
Ya rofi'asyaaniwaddaarojii 'Athfataiyajii rotal'alaami
Ya Uuhailaljudiwalkaromi
Ya Uuhailaljudiwalkaromi
Suara anda jangan mau dibeli
Itu menguntungkan oligarki
Mari kita tegakkan demokrasi
Indonesia bukanlah miliki dinasti
Indonesia bukanlah miliki dinasti
Dalam orasi politiknya, Muhaimin sempat menyinggung praktik oligarki yang masih marak terjadi di Indonesia.
“Munculnya oligarki akibat cara mengambil keputusan atau membuat aturan hanya ditentukan oeh segelintir orang, tidak melibatkan seluruh orang yang terlibat dalam pembuatan aturan itu namanya oligarki,” katanya menegaskan.
Muhaimin berjanji, jika Anies-Muhaimin menang Pilres 2024, mereka akan mengembalikan tata kelola pengambilan keputusan sesuai etika. Lanjut dia, perubahan adalah mengembalikan tata kelola pemerintahan kepada etika dan spirit dari reformasi dan demokrasi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ribuan pendukung AMIN lantunkan salawat tanpo waton
Pewarta : Fauzi
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
15 jenazah korban banjir bandang Pegunungan Arfak telah berhasil diidentifikasi
24 May 2025 16:02 WIB
Menko Muhaimin Iskandar apresiasi revitalisasi Pulau Penyengat di Kepri
25 January 2025 19:06 WIB, 2025
Komnas HAM minta kasus penembakan AKP Riyanto di Sumbar diusut tuntas
23 November 2024 17:27 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB