Harga beras di Indonesia naik, Erick ungkap pemicunya
Senin, 12 Februari 2024 15:37 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berinteraksi dengan warga saat mengecek ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Ritel Modern Robinson Klender, Jakarta Timur, Senin (12/2/2024). ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan alasan yang memicu terjadinya kenaikan harga beras di Indonesia, salah satunya ialah harga pangan dunia yang juga sedang meningkat.
"Kalau harga beras melonjak itu bukan di Indonesia, di seluruh dunia. Di seluruh dunia memang harga pangan sedang meningkat," kata Erick saat meninjau ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Klender, Jakarta Timur, Senin.
Ia pun menyebut faktor yang menyebabkan harga pangan naik, yakni kondisi geopolitik dunia seperti perang yang terjadi di beberapa negara.
"Kenapa naik? karena tentu situasi geopolitik yang terjadi ada peperangan di beberapa negara, ada juga penjajahan di saudara kita di Gaza (Palestina), memang dinamika ini terjadi," tuturnya.
Oleh karena itu, kata Erick, pemerintah mengantisipasi kenaikan harga beras yang terjadi di dalam negeri dengan menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Karena itu lah pemerintah terus hadir memberikan beberapa bantuan seperti 22 juta keluarga itu dibantu yang namanya bantuan pangan 10 kilogram itu kami terus jalankan, kalau di negara lain tidak ada," ujar Erick.
Baca juga:
Bawaslu Kepri buka layanan call center pengaduan pelanggaran pemilu
KPU Tanjungpinang kerahkan sembilan truk distribusikan logistik Pemilu 2024
Polres Kepulauan Anambas siap amankan TPS di Pemilu 2024
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Erick ungkap pemicu terjadinya kenaikan harga beras di Indonesia
"Kalau harga beras melonjak itu bukan di Indonesia, di seluruh dunia. Di seluruh dunia memang harga pangan sedang meningkat," kata Erick saat meninjau ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Klender, Jakarta Timur, Senin.
Ia pun menyebut faktor yang menyebabkan harga pangan naik, yakni kondisi geopolitik dunia seperti perang yang terjadi di beberapa negara.
"Kenapa naik? karena tentu situasi geopolitik yang terjadi ada peperangan di beberapa negara, ada juga penjajahan di saudara kita di Gaza (Palestina), memang dinamika ini terjadi," tuturnya.
Oleh karena itu, kata Erick, pemerintah mengantisipasi kenaikan harga beras yang terjadi di dalam negeri dengan menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Karena itu lah pemerintah terus hadir memberikan beberapa bantuan seperti 22 juta keluarga itu dibantu yang namanya bantuan pangan 10 kilogram itu kami terus jalankan, kalau di negara lain tidak ada," ujar Erick.
Baca juga:
Bawaslu Kepri buka layanan call center pengaduan pelanggaran pemilu
KPU Tanjungpinang kerahkan sembilan truk distribusikan logistik Pemilu 2024
Polres Kepulauan Anambas siap amankan TPS di Pemilu 2024
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Erick ungkap pemicu terjadinya kenaikan harga beras di Indonesia
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden ingatkan pimpinan BUMN lama berpotensi dipanggil Kejaksaan jika ada penyimpangan
02 February 2026 15:55 WIB
Presiden lantik Aminuddin Ma'ruf dan Tedi Bharata jadi Wakil Kepala BP BUMN
08 October 2025 16:04 WIB
Bandara International Batam dan InJourney kelola New Cargo Terminal Operator bersama
13 June 2025 15:41 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Satgas Pangan Natuna sidak pasar, pantau harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan
14 February 2026 15:04 WIB
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB