Gubernur Ansar minta masyarakat tidak beli beras berlebihan
Selasa, 27 Februari 2024 16:45 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat meninjau pasokan beras SPHP di gudang Bulog Batam (ANTARA/Jessica)
Batam (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) meminta masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian mendadak dalam jumlah banyak pada beras.
Ansar di Batam, Selasa, mengatakan pasokan beras di Kepri mencukupi hingga 5 bulan ke depan.
Selain itu, pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) meningkatkan sinergi untuk menjaga stabilitas harga pada saat musim puncak, baik Ramadhan maupun Idul Fitri, dengan melakukan operasi pasar.
"Ketersediaan beras kita mencukupi untuk empat sampai lima bulan, dan juga untuk menjaga stabilitas harga baik Ramadhan maupun Idul Fitri," ujar Ansar.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi kenaikan harga beras kemasan yang terjadi saat ini.
Kata Ansar, hal tersebut menjadi atensi pemerintah provinsi untuk mengontrol kebutuhan pokok, khususnya beras bagi masyarakat agar tetap tersedia.
"Beras premium kemasan saat ini mengalami kenaikan harga. Namun kami sudah memantau beberapa hari ini, harga beras Bulog di pasaran masih dalam kondisi stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh Perum Bulog," kata dia.
Kepala Perum Bulog Kota Batam Meirizal Sudyadi menyebutkan pasokan beras saat ini sebanyak 1.000 ton dan 100 ton untuk jenis beras medium Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) SPHP.
"Minggu depan akan masuk penambahan 2.000 ton beras medium dari Bulog DKI Jakarta. Jadi total ada 3 ribu ton stok beras kita, ini bisa bertahan 4 sampai 5 bulan ke depan. Stok beras ini untuk wilayah Batam dan Karimun," kata Meirizal.
Ia menambahkan saat ini sedang menggencarkan penyaluran beras medium SPHP dengan kemasan 5 kilogram ke toko-toko pengecer baik di pasar tradisional maupun ritel modern.
Kata Meirizal, penyaluran beras SPHP tersebut bertujuan untuk memantau pasokan beras serta mengendalikan harga beras agar tidak melebihi HET.
"Kami melakukan penjualan beras SPHP itu di bawah HET. HET beras ini Rp11.500 per kg, jadi pengecer harus menjual dengan harga maksimal Rp11.500," ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Kepri imbau masyarakat tidak beli beras berlebihan
Ansar di Batam, Selasa, mengatakan pasokan beras di Kepri mencukupi hingga 5 bulan ke depan.
Selain itu, pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) meningkatkan sinergi untuk menjaga stabilitas harga pada saat musim puncak, baik Ramadhan maupun Idul Fitri, dengan melakukan operasi pasar.
"Ketersediaan beras kita mencukupi untuk empat sampai lima bulan, dan juga untuk menjaga stabilitas harga baik Ramadhan maupun Idul Fitri," ujar Ansar.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi kenaikan harga beras kemasan yang terjadi saat ini.
Kata Ansar, hal tersebut menjadi atensi pemerintah provinsi untuk mengontrol kebutuhan pokok, khususnya beras bagi masyarakat agar tetap tersedia.
"Beras premium kemasan saat ini mengalami kenaikan harga. Namun kami sudah memantau beberapa hari ini, harga beras Bulog di pasaran masih dalam kondisi stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh Perum Bulog," kata dia.
Kepala Perum Bulog Kota Batam Meirizal Sudyadi menyebutkan pasokan beras saat ini sebanyak 1.000 ton dan 100 ton untuk jenis beras medium Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) SPHP.
"Minggu depan akan masuk penambahan 2.000 ton beras medium dari Bulog DKI Jakarta. Jadi total ada 3 ribu ton stok beras kita, ini bisa bertahan 4 sampai 5 bulan ke depan. Stok beras ini untuk wilayah Batam dan Karimun," kata Meirizal.
Ia menambahkan saat ini sedang menggencarkan penyaluran beras medium SPHP dengan kemasan 5 kilogram ke toko-toko pengecer baik di pasar tradisional maupun ritel modern.
Kata Meirizal, penyaluran beras SPHP tersebut bertujuan untuk memantau pasokan beras serta mengendalikan harga beras agar tidak melebihi HET.
"Kami melakukan penjualan beras SPHP itu di bawah HET. HET beras ini Rp11.500 per kg, jadi pengecer harus menjual dengan harga maksimal Rp11.500," ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Kepri imbau masyarakat tidak beli beras berlebihan
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB
Bupati Karimun harap warga jaga kerukunan antar umat saat Imlek dan Ramadhan
13 February 2026 12:37 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB
Harga emas di Pegadaian hari ini Jumat 13 Februari naik, tembus Rp3 juta/ gram
13 February 2026 8:36 WIB