Natuna (ANTARA) - Tim SAR gabungan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau menghentikan pencarian terhadap Arpandi (67) yang sejak sepekan lalu dilaporkan hilang di kebun dekat kawasan hutan di Pulau Serasan.

Kepala Kantor Basarnas Kabupaten Natuna Abdul Rahman saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Natuna, Selasa, mengatakan pencarian korban terpaksa dihentikan karena hingga hari ketujuh tidak membuahkan hasil.

"Ya, dengan terpaksa kami hentikan operasi pencarian di hari ketujuh," ucap dia.

Ia menjelaskan penghentian pencarian sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) atau aturan dari Basarnas, di mana operasi SAR diselenggarakan selama tujuh hari mulai dari hari pertama pencarian.

"Alasan penghentian proses pencarian kami mengacu pada UU 29 Tahun 2014 tentang Penghentian Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan," ujar dia.

Dengan demikian, operasi SAR ditutup dan dilanjutkan ke pemantauan. Namun, jika nantinya ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR akan dilanjutkan kembali.

"Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila terdapat informasi atau tanda-tanda baru dari keberadaan korban," kata dia.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR tersebut antara lain TNI, Polri, pemerintah setempat dan masyarakat.

"Kami ucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan," imbuh dia.

Baca juga:
KPU Batam buka 2 panel rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2024

STAN sosialisasikan penerimaan mahasiswa baru di Natuna

Dinkes Kepri ajak masyarakat untuk kenali faktor risiko penyebab obesitas
 

Pewarta : Muhamad Nurman
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2024