Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 150 personel tim SAR gabungan diterjunkan guna mencari para korban banjir bandang dan tanah longsor yang dilaporkan hilang di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Kantor Basarnas Padang Abdul Malik dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Ahad, mengatakan pada operasi pencarian hari ketiga setelah bencana ini, personel disebar untuk melakukan penyisiran pada aliran sungai dan tebing perbukitan di tiga wilayah.

Dalam peta perencanaan operasi, tim SAR gabungan itu akan melakukan penyisiran ke Sungai Batang Tarusan, Muara Sungai Batang Bayang dan perbukitan yang terjadi tanah longsor di Langgai, Kecamatan Sutera.

Baca juga: 16 orang korban banjir bandang-longsor di Sumbar ditemukan meninggal

Ketiga lokasi itu menjadi wilayah utama penyisiran, karena petugas menerima banyak laporan korban hilang.

Setidaknya hingga Ahad pagi ini, lima orang korban yang hilang, tiga korban longsor di Langgai, Kecamatan Sutera, satu orang di Sungai Batang Tarusan, dan satu orang korban Muara Sungai Batang Bayang.

"Dengan demikian, hingga Minggu pagi ini tercatat ada 23 korban, 18 orang diantaranya meninggal dunia, dan lima orang masih dalam pencarian," kata dia 

Ratusan personell dari satuan Kantor Basarnas Kota Padang, Medan, Bengkulu, dan Jambi tersebut masing-masing diterjunkan dengan membawa peralatan lengkap, termasuk alat sonar panas tubuh dan perangkat pesawat tanpa awak (drone).


Baca juga: Akses jalan antarkabupaten di Sumbar terganggu akibat longsor

Tim SAR Gabungan kembali cari pesawat Smart yang jatuh di Kalimantan

Masyarakat Batam diimbau waspada banjir rob



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 150 personel diterjunkan cari korban banjir hilang Pesisir Selatan

Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2024