Padang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Padang Pariaman melaporkan abu vulkanik erupsi Gunung Marapi serta cuaca ekstrem berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

"Untuk angkutan Lebaran ini kita tidak hanya mewaspadai sebaran abu vulkanik, namun juga potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Sumatera Barat," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan di Padang, Jumat.

Baca juga:
Polres Bintan sediakan tiket mudik gratis untuk warga setempat

BMKG prakirakan cuaca ekstrem pada arus mudik lebaran

Menyikapi dua potensi ancaman tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Pertama, terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan otoritas bandara.

Pihaknya terus mengantisipasi perkembangan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi, yang dikhawatirkan mengarah ke BIM yang berada di Kabupaten Padang Pariaman.

"BMKG akan terus memantau sebaran abu vulkanik ini. Namun, kalau sudah mengarah ke bandara, kita menyiapkan sejumlah skenario terkait angkutan Lebaran," ujar dia.

Baca juga:
Menteri BUMN lepas 6.432 peserta Mudik Asyik Bersama BUMN 2024

Dishub Kepri perketat pengamanan di kawasan Pelabuhan Ranai Natuna


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG Minangkabau: Waspadai abu vulkanik ganggu aktivitas penerbangan

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2024