Batam (ANTARA Kepri) - Kepala Stasiun Karantina Ikan Kelas I Hang Nadim Batam Ashari Syarif berjanji akan mengawasi dengan memeriksa ikan hingga ke pasar terkait isu beredarnya ikan berformalin di kota tersebut.

"Saya akan melakukan pengawasan ke pasar tentang berita tersebut," kata dia di Batam, Kepulauan Riau, Senin.

Ia menampik bila ada ikan impor berformalin yang beredar di Batam berarti pengawasan yang dilakukan Stasiun Karantina Ikan Kelas I Hang Nadim Batam lemah.

"Bisa saja ikan yang diimpor tidak mengandung formalin, namun ketika sampai di pasar oleh pedagang diberi formalin agar awet," kata dia.

Ia mengatakan, karantina menetapkan "zero" formalin bagi semua jenis ikan impor yang masuk ke Batam.

"Standarnya 'zero' formalin. Maka tidak boleh sedikitpun ada formalin pada ikan yang diimpor," kata Ashari.

Sejak Stasiun Karantina Ikan Kelas I Hang Nadim Batam mengamankan satu kontainer berisi 25 ton ikan kembung dari Pakistan beredar kabar banyak ikan berformalin beredar di Batam.

Ia mengatakan pemakaian formalin pada ikan impor sudah lazim dilakukan.

Aziz, perwakilan PT Bintan Nusantara Mulia selaku satu-satunya importir ikan di Batam mengatakan sejak izin impor diberikan pada November 2011 sudah empat kali memasukkan ikan ke Batam.

"Sudah empat kali kami mengimpor ikan dari Pakistan, Jepang, Taiwan, dan China. Namun baru sekali yang dinyatakan mengandung formalin oleh karantina ikan. Selebihnya katanya tidak mengandung formalin," kata dia.

Ia memastikan, ikan-ikan yang masuk Batam tidak mengandung formalin karena ada sertifikat dari negara asal dan melalui pemeriksaan karantina perikanan.

(KR-LNO/A013)