1.200 Keluarga Batam Terisolasi
Rabu, 6 Juni 2012 20:27 WIB
Jembatan Enam Barelang yang ditabrak tongkang Aussie 1, Rabu (6/6) dinihari. (kepri.antaranews.com/Larno)
Batam (ANTARA Kepri) - Setidaknya 1.200 kepala keluarga di kawasan Galang Baru dan Pulau Abang Kota Batam terisolasi karena Jembatan Enam Barelang rusak akibat tertabrak tongkang APC Aussie I pada Rabu dini hari.
"Pada dua kelurahan pulau tersebut setidaknya ada 1.200 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sekitar 3.000 KK yang terisolasi," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Rabu.
Dahlan mengatakan, dengan putusnya jembatan, warga wilayah tersebut juga tidak bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dari Batam.
"Selama ini, mereka mendapatakan barang-barang pokok kan juga dari Batam. Jembatan yang rusak secara otomatis menggaggu mereka mendapatkan barang kebutuhan pokok," kata dia.
Dahlan mengatakan anak-anak Pulau Galang Baru dan Pulau Abang rata-rata juga bersekolah di Pulau Rempang, terutama untuk SMP dan SMA sehingga dengan putusnya jembatan juga mengganggu aktivitas mereka.
"Biasanya ada bus yang menjemput anak-anak sekolah itu sampai ke ujung Pulau Galang Baru. Karena jembatan rusak, tidak ada lagi transportasi yang menjangkau mereka," kata Dahlan.
Dahlan mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan alternatif transportasi lain agar kegiatan warga setempat tetap bisa berjalan.
"Khusus untuk anak sekolah akan keluarkan pos bantuan untuk transportasi. Inikan kejadian darurat, jadi sah," kata dia.
Putusnya Jembatan Enam Barelang juga mengancam pasokan ikan ke kota tersebut karena di daerah tersebut ada tiga pelabuhan ikan yang biasa memasok ikan segar hingga 80 persen.
Wali Kota mengatakan, dengan rusaknya jembatan tersebut, maka transportasi darat untuk mengangkut ikan dari wilayah tersebut tidak bisa.
"Dengan kondisi ini secara tidak langsung juga akan mengganggu perekonomian di Batam," kata dia. (KR-LNO/D007)
Editor: Rusdianto
"Pada dua kelurahan pulau tersebut setidaknya ada 1.200 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sekitar 3.000 KK yang terisolasi," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Rabu.
Dahlan mengatakan, dengan putusnya jembatan, warga wilayah tersebut juga tidak bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dari Batam.
"Selama ini, mereka mendapatakan barang-barang pokok kan juga dari Batam. Jembatan yang rusak secara otomatis menggaggu mereka mendapatkan barang kebutuhan pokok," kata dia.
Dahlan mengatakan anak-anak Pulau Galang Baru dan Pulau Abang rata-rata juga bersekolah di Pulau Rempang, terutama untuk SMP dan SMA sehingga dengan putusnya jembatan juga mengganggu aktivitas mereka.
"Biasanya ada bus yang menjemput anak-anak sekolah itu sampai ke ujung Pulau Galang Baru. Karena jembatan rusak, tidak ada lagi transportasi yang menjangkau mereka," kata Dahlan.
Dahlan mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan alternatif transportasi lain agar kegiatan warga setempat tetap bisa berjalan.
"Khusus untuk anak sekolah akan keluarkan pos bantuan untuk transportasi. Inikan kejadian darurat, jadi sah," kata dia.
Putusnya Jembatan Enam Barelang juga mengancam pasokan ikan ke kota tersebut karena di daerah tersebut ada tiga pelabuhan ikan yang biasa memasok ikan segar hingga 80 persen.
Wali Kota mengatakan, dengan rusaknya jembatan tersebut, maka transportasi darat untuk mengangkut ikan dari wilayah tersebut tidak bisa.
"Dengan kondisi ini secara tidak langsung juga akan mengganggu perekonomian di Batam," kata dia. (KR-LNO/D007)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lanud RSA Natuna perkuat ketahanan pangan keluarga lewat budidaya hidroponik
21 August 2026 16:07 WIB
KPK dalami kepemilikan saham keluarga eks Bupati Kutai Rita di PT Alamjaya Bara Pratama
17 July 2026 11:53 WIB
Pemkab Natuna jaring siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 dari 3.908 keluarga miskin
01 July 2026 16:08 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BPS catat kunjungan wisman Kepri Januari-Juli 2026 meningkat 12,88 persen
01 September 2026 16:59 WIB