Ikabsu Bentuk TPF Kerusuhan Batam
Sabtu, 23 Juni 2012 20:23 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (Ikabsu) membentuk Tim Pencari Fakta kerusuhan antarkelompok di Batam pada 18 Juni lalu.
"Ikabsu telah membentuk tim pencari fakta untuk mencari akar masalah dari tragedi berdarah di Planet Holiday," kata anggota tim advokasi Ikabsu, Niko Nixon, dalam pertemuan tokoh Sumatera Utara dengan Muspida Kota Batam di Batam, Sabtu.
Tim itu akan bergerak untuk mengumpulkan fakta agar tidak ada kesimpangsiuran isu yang berkembang.
Meski begitu, Ikabsu percaya bahwa kericuhan yang menewaskan seorang warga itu bukan dipicu suku dan etnis, melainkan antarkelompok.
"Kami meminta kepada seluruh masyarakat Kota Batam, khususnya asal Sumatera Utara, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang menyesatkan," kata dia.
Ikabsu meminta kepada siapa pun tidak memperkeruh suasana dengan mengeluarkan pernyataan yang menghasut, memprovokasi, dan menyebarkan kebencian dan permusuhan.
Dalam pernyataan sikapnya di depan Kapolda Kepri Brigjend Pol Yotje Mende, Ikabsu mendesak aparat penegak hukum bekerja secara profesional, proporsional, adil dan tidak memihak salah satu kelompok.
"Kami mendesak aparat penegak hukum menangkap dan memproses secara hukum otak dan para pelaku tragedi berdarah," kata dia.
Selain membentuk TPF, Ikabsu juga memberikan perlindungan hukum dan mengawal proses penegakan hukum sampai tuntas pada korban asal Sumatera Utara.
Di tempat yang sama, Kepala Kepolisian Resor Kota Batam Rempang Galang Kombes Pol Karyoto mengatakan terbuka dengan TPF yang dibentuk masyarakat.
"Dari awal saya sampaikan, kami terbuka, silahkan bagi kelompok-kelompok yang ingin membentuk TPF, saya siapkan ruangan di samping kantor saya," kata dia.
Ia mengatakan TPF diperlukan untuk mengawal kinerja aparat dalam mengungkap kasus itu.
Di tempat yang sama, Gubernur Kepulauan Riau meminta semua pihak menahan diri demi ketentraman dan kedamaian kota Batam.
Wali Kota Batam meminta pertikaian tidak diperpanjang agar keadaan kota kembali kondusif.
Kerusuhan di Batam (18/6) dipicu sengketa lahan 3,5 ha di Batu Merah. Kerusuhan di depan Planet Holiday itu mengakibatkan seorang tewas dan 10 korban luka-luka. (Y011/E011)
Editor: Rusdianto
"Ikabsu telah membentuk tim pencari fakta untuk mencari akar masalah dari tragedi berdarah di Planet Holiday," kata anggota tim advokasi Ikabsu, Niko Nixon, dalam pertemuan tokoh Sumatera Utara dengan Muspida Kota Batam di Batam, Sabtu.
Tim itu akan bergerak untuk mengumpulkan fakta agar tidak ada kesimpangsiuran isu yang berkembang.
Meski begitu, Ikabsu percaya bahwa kericuhan yang menewaskan seorang warga itu bukan dipicu suku dan etnis, melainkan antarkelompok.
"Kami meminta kepada seluruh masyarakat Kota Batam, khususnya asal Sumatera Utara, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang menyesatkan," kata dia.
Ikabsu meminta kepada siapa pun tidak memperkeruh suasana dengan mengeluarkan pernyataan yang menghasut, memprovokasi, dan menyebarkan kebencian dan permusuhan.
Dalam pernyataan sikapnya di depan Kapolda Kepri Brigjend Pol Yotje Mende, Ikabsu mendesak aparat penegak hukum bekerja secara profesional, proporsional, adil dan tidak memihak salah satu kelompok.
"Kami mendesak aparat penegak hukum menangkap dan memproses secara hukum otak dan para pelaku tragedi berdarah," kata dia.
Selain membentuk TPF, Ikabsu juga memberikan perlindungan hukum dan mengawal proses penegakan hukum sampai tuntas pada korban asal Sumatera Utara.
Di tempat yang sama, Kepala Kepolisian Resor Kota Batam Rempang Galang Kombes Pol Karyoto mengatakan terbuka dengan TPF yang dibentuk masyarakat.
"Dari awal saya sampaikan, kami terbuka, silahkan bagi kelompok-kelompok yang ingin membentuk TPF, saya siapkan ruangan di samping kantor saya," kata dia.
Ia mengatakan TPF diperlukan untuk mengawal kinerja aparat dalam mengungkap kasus itu.
Di tempat yang sama, Gubernur Kepulauan Riau meminta semua pihak menahan diri demi ketentraman dan kedamaian kota Batam.
Wali Kota Batam meminta pertikaian tidak diperpanjang agar keadaan kota kembali kondusif.
Kerusuhan di Batam (18/6) dipicu sengketa lahan 3,5 ha di Batu Merah. Kerusuhan di depan Planet Holiday itu mengakibatkan seorang tewas dan 10 korban luka-luka. (Y011/E011)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
XLSMART-Komdigi percepat pemulihan jaringan telekomunikasi pasca bencana Sumatera
30 December 2025 17:33 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri mengungkap modus penyelundupan 70 ton daging beku dari Singapura
27 January 2026 16:25 WIB