Natuna (ANTARA Kepri) - Bupati Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Ilyas Sabli menilai, TNI perlu memperkuat pengamanan di laut Natuna yang berbatasan dengan sejumlah negara tetangga.
"Saya melihat langkah yang sangat penting bagi TNI adalah memperkuat pengamanan di laut dibanding daratan." katanya usai menghadiri upacara penutupan latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Natuna, Jumat.
Ilyas Sabli mengatakan hal itu ketika dimintai tanggapan mengenai wacana penambahan kekuatan TNI di wilayah Natuna.
"Penguatan pertahanan di laut lebih penting karena lebih luas daripada daratan," kata Bupati.
Kabupaten Natuna memiliki luas sekitar 141.901,2 kilometer per segi, dengan luas daratan sekitar 3.235 kilometer per segi, atau hanya 2,28 persen dari luas wilayah keseluruhannya dengan jumlah pulau sebanyak 272 baik kecil maupun besar.
"Dengan begitu luasnya wilayah laut, maka saya berpersepsi sangat penting memperkuat armada laut," kata dia.
Dia mengatakan, penambahan kekuatan di laut tidak hanya memberikan rasa aman dari ancaman perompakan maupun pencurian ikan oleh nelayan asing, tetapi juga untuk pertahanan dan keamanan mengingat Natuna berbatasan dengan sejumlah negara tetangga, yaitu Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, Malaysia Timur di bagian timur dan Semenanjung Malaysia di sebelah barat.
Selain itu, Natuna juga berbatasan dengan Laut China Selatan yang beberapa pulau di perairan tersebut sedang dipersengketakan oleh sejumlah negara.
"Sebagai daerah perbatasan tentu harus memiliki pertahanan yang kuat," katanya.
Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono ketika meninjau latihan PPRC di Bandara Lanud Ranai pada Selasa (4/9) mengatakan, penambahan kekuatan TNI di Natuna masih dalam kajian.
"Masih dikaji baik dari aspek politik, sosial, ekonomi maupun budaya," ucap Panglima.
Menurut Agus Suhartono, keberadaan TNI di suatu wilayah harus sesuai dengan kebutuhan serta ancaman dan tantangan terhadap kedaulatan negara.
"Keberadaan TNI harus memberikan rasa aman bagi masyarakat, bukan malah sebaliknya menimbulkan keresahan. Karena itu, semuanya harus dikaji dari segala aspek. Selain itu, di Natuna juga sudah ada dua kompi Batalyon 134 dan Pangkalan TNI AU dan TNI AL," ucapnya.
Dia juga mengatakan penambahan kekuatan di Provinsi Kepri yaitu pembentukan Batalyon Marinir di Batam yang diharapkan sudah terealisasi pada 2014.
"Kenapa kita memilih di Batam? Karena, wilayah tersebut sangat dekat dengan Selat Malaka, Selat Philips dan Selat Singapura. Dengan penambahan kekuatan di sana, kita berharap pengerahan pasukan bisa lebih cepat, lebih responsif dalam upaya menjaga perairan itu agar tetap aman dan stabil," kataya. (KR-RDT/S023)
Editor: Dedi
Bupati: TNI Perlu Perkuat Pengamanan Laut Natuna
Jumat, 7 September 2012 22:07 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wakil Bupati Natuna ingatkan masyarakat pentingnya pendidikan untuk tingkatkan kesejahteraan
26 January 2026 17:32 WIB
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Kemenhaj Batam imbau jamaah calon haji ikuti manasik dengan sungguh-sungguh
30 January 2026 14:11 WIB