Partisipasi Pengusaha Lokal di FTZ Karimun Minim
Rabu, 12 September 2012 21:28 WIB
Ketua Apindo Karimun Dwi Untung. (kepri.antaranews.com/Rusdianto)
Karimun (ANTARA Kepri) - Partisipasi pengusaha lokal di kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, minim.
"Perusahaan yang berinvestasi di kawasan FTZ sebagian besar perusahaan swasta nasional dan investor asing," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Karimun Dwi Untung, di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Jumlah pengusaha lokal yang mendirikan usahanya di FTZ bisa dihitung dengan jari, katanya.
Perusahaan besar yang didirikan oleh pengusaha lokal di FTZ, menurut dia, adalah PT Karimun Marine Shipyard (KMS) yang bergerak di bidang industri galangan kapal.
"Kemudian beberapa perusahaan kecil yang bergerak di berbagai bidang, seperti pengembang perumahan karyawan, jasa konstruksi dan supplier yang menjadi sub-kontraktor perusahaan besar," ucap dia.
Rendahnya peran serta pengusaha lokal di FTZ, lanjut dia, dikarenakan keterbatasan modal. Mereka lebih banyak membuka usaha di kawasan non-FTZ dan pada umumnya bergerak di bidang perdagangan.
"Dari aspek perizinan sebenarnya tidak masalah, pelayanan pengurusan dokumen sudah cukup bagus. Namun, mereka terbentur modal," tegasnya.
Wakil Ketua Apindo Karimun JB Walianto mengatakan pengembangan investasi di FTZ belum memberikan kontribusi cukup besar bagi pengusaha setempat.
"Pengaruh FTZ terhadap dunia usaha di Karimun masih kecil sehingga lebih banyak direbut investor dari luar maupun asing," ucapnya.
Informasi dari Badan Pengusahaan FTZ Karimun, jumlah perusahaan yang melakukan kegiatan di FTZ sudah mencapai 66, delapan di antaranya pemodal asing.
Delapan penanam modal asing tersebut yaitu PT Saipem Karimun Indonesia Branch bidang fabrisikasi dan offshore dengan nilai investasi awal mencapai Rp171 miliar, perusahaan granit PT Tri Megah Perkasa Utama dengan investasi senilai Rp52,6 miliar, perusahaan granit PT Aneka Mining Sukses dengan investasi Rp4 miliar dan perusahaan galangan kapal PT Karimun Sembawang Shipyard dengan investasi Rp41 juta dolar Amerika.
Kemudian, PT Boskalis Internasional Indonesia bidang konstruksi bangunan sipil dengan investasi 500.000 dolar Amerika, PT Piacentini Turchi Indonesia bidang kontruksi bangunan sipil dengan nilai investasi Rp3 miliar, PT Oiltanking bidang jasa penunjang pertambangan minyak dan gas bumi dengan investasi senilai Rp36 miliar dan perusahaan granit PT Karimun Granite dengan investasi sekitar Rp150,9 miliar. (RDT/M019)
Editor: Muhammad Yusuf
"Perusahaan yang berinvestasi di kawasan FTZ sebagian besar perusahaan swasta nasional dan investor asing," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Karimun Dwi Untung, di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Jumlah pengusaha lokal yang mendirikan usahanya di FTZ bisa dihitung dengan jari, katanya.
Perusahaan besar yang didirikan oleh pengusaha lokal di FTZ, menurut dia, adalah PT Karimun Marine Shipyard (KMS) yang bergerak di bidang industri galangan kapal.
"Kemudian beberapa perusahaan kecil yang bergerak di berbagai bidang, seperti pengembang perumahan karyawan, jasa konstruksi dan supplier yang menjadi sub-kontraktor perusahaan besar," ucap dia.
Rendahnya peran serta pengusaha lokal di FTZ, lanjut dia, dikarenakan keterbatasan modal. Mereka lebih banyak membuka usaha di kawasan non-FTZ dan pada umumnya bergerak di bidang perdagangan.
"Dari aspek perizinan sebenarnya tidak masalah, pelayanan pengurusan dokumen sudah cukup bagus. Namun, mereka terbentur modal," tegasnya.
Wakil Ketua Apindo Karimun JB Walianto mengatakan pengembangan investasi di FTZ belum memberikan kontribusi cukup besar bagi pengusaha setempat.
"Pengaruh FTZ terhadap dunia usaha di Karimun masih kecil sehingga lebih banyak direbut investor dari luar maupun asing," ucapnya.
Informasi dari Badan Pengusahaan FTZ Karimun, jumlah perusahaan yang melakukan kegiatan di FTZ sudah mencapai 66, delapan di antaranya pemodal asing.
Delapan penanam modal asing tersebut yaitu PT Saipem Karimun Indonesia Branch bidang fabrisikasi dan offshore dengan nilai investasi awal mencapai Rp171 miliar, perusahaan granit PT Tri Megah Perkasa Utama dengan investasi senilai Rp52,6 miliar, perusahaan granit PT Aneka Mining Sukses dengan investasi Rp4 miliar dan perusahaan galangan kapal PT Karimun Sembawang Shipyard dengan investasi Rp41 juta dolar Amerika.
Kemudian, PT Boskalis Internasional Indonesia bidang konstruksi bangunan sipil dengan investasi 500.000 dolar Amerika, PT Piacentini Turchi Indonesia bidang kontruksi bangunan sipil dengan nilai investasi Rp3 miliar, PT Oiltanking bidang jasa penunjang pertambangan minyak dan gas bumi dengan investasi senilai Rp36 miliar dan perusahaan granit PT Karimun Granite dengan investasi sekitar Rp150,9 miliar. (RDT/M019)
Editor: Muhammad Yusuf
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kepri selidiki scam website perbankan yang membuat rugi pengusaha Batam
01 February 2026 19:51 WIB
Harga turun 50%, industri pasir kuarsa Kepri minta penyesuaian kebijakan daerah
14 January 2026 15:16 WIB
Polda Kepri sidang etik anggota polisi yang terlibat penggerebekan fiktif
22 November 2025 19:09 WIB
Polda Kepri tindak tegas oknum anggota Ditresnarkoba diduga terlibat pemerasan
03 November 2025 15:29 WIB
KPK geledah rumah pengusaha Robert Bono Susatyo terkait dugaan kasus pencucian uang
15 May 2025 12:06 WIB, 2025
BP Batam buka forum dialog dengan pengusaha tingkatkan sinergi pembangunan
17 April 2025 16:23 WIB, 2025