Manokwari (ANTARA) - Tim Disaster Victim Identification (DVI) bersama Tim INAFIS Polda Papua Barat berhasil mengidentifikasi 15 jenazah korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kampung Jim, Distrik Catubouw, Pegunungan Arfak.
Kepala Biddokes Polda Papua Barat Kombes Pol dr Iskandar di Manokwari, Sabtu, mengatakan seluruh jenazah yang diterima dari Tim SAR gabungan telah diidentifikasi oleh Tim DVI dan Tim INAFIS.
Adapun 13 jenazah tersebut, yaitu Yoseph Ermilianus Efrem, Porman, Okden Wote, Joni Rahawari, Oce Takaliumang, Laurensius Denilson Armanto, George Takaliumang, dan Harispen Tampil.
"13 jenazah sudah kami serahkan ke keluarga, dan dua jenazah akan kami serahkan sore ini," kata Iskandar.
Kepala Badan SAR Nasional Manokwari Yefri Sabaruddin menjelaskan jumlah korban dalam peristiwa itu ada 24 orang yang terdiri atas lima orang selamat, 16 orang meninggal dunia, dan tiga orang belum ditemukan.
Satu dari 16 korban yang meninggal dunia, yaitu Harun Maidodga tidak dilakukan identifikasi karena mudah dikenali, sehingga Tim SAR gabungan langsung menyerahkan ke pihak keluarga.
Baca juga: KKP tangkap dua kapal asing Vietnam di perairan Kepri
Kemudian, Reki Wote, Melkianus Isba, Oktavianus Petrus Alwandi, Yan Leo, dan Robertus Edison Nurak. Untuk dua jenazah yang baru teridentifikasi ialah Jupri Sarenus, serta Andre Mandage.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 15 jenazah banjir bandang Pegunungan Arfak teridentifikasi
15 jenazah korban banjir bandang Pegunungan Arfak telah berhasil diidentifikasi
Sabtu, 24 Mei 2025 16:02 WIB
Tim DVI Biddokes Polda Papua Barat menerima jenazah korban banjir bandang dan tanah longsor Pegunungan Arfak untuk dilakukan proses identifikasi di RS Bhayangkara, Manokwari. ANTARA/HO-Humas Polda Papua Barat
Pewarta : Fransiskus Salu Weking
Editor : Nadilla
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemkab Natuna tanggung biaya penerbangan jamaah calon haji ke Embakarsi Batam
21 April 2026 12:57 WIB