Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Partai Amanat Nasional Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, berpendapat, pembangunan di kota itu berjalan lambat dan tidak merata, bahkan tertinggal dibanding daerah lainnya.
       
"Tanjungpinang sebagai ibu kota Kepulauan Riau (Kepri) seharusnya dikelola lebih serius. Wajah kota ini sejak dulu hingga sekarang secara umum justru tidak berubah," kata Ketua Partai Amanat Nasional Tanjungpinang, Firdaus, Selasa.
       
APBD Tanjungpinang yang nilainya lebih dari setengah triliun rupiah, yang dikelola pemerintah seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Jika tidak dilakukan perubahan mulai dari pola penganggaran, strategi pembangunan masa kini dan masa mendatang, serta komitmen pemerintah untuk melaksanakan pembangunan secara jujur dan adil, maka Tanjungpinang akan selamanya tidak maju.
       
"Kami ingin Tanjungpinang berubah dengan lebih baik dari hari ini, dengan tujuan pembangunan yang merata, investasi yang berkembang dan kesejahteraan yang meningkat. Pilkada merupakan kesempatan untuk mengubah Tanjungpinang menjadi lebih baik," ujarnya.
       
Saat ini, kata dia, masyarakat harus membuka hati dan pikirannya. Masyarakat harus bangkit melawan ketidakadilan, dan mendukung calon pemimpin yang dekat dengannya, berpengalaman, rajin, beriman dan jujur.
       
Masyarakat diharapkan tidak salah memiliki pemimpin Tanjungpinang pada pesta demokrasi yang digelar 31 Oktober 2012. Pemilih harus mengenali masing-masing empat pasang kandidat sebelum menggunakan hak pilihnya.
       
Jika pemilih salah pilih, maka risikonya akan terlalu lama ditanggung, karena calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang terpilih menjabat selama lima tahun. Pemimpin yang lahir dari hasil Pilkada Tanjungpinang 2012 diharapkan mampu membangun Tanjungpinang sesuai harapan masyarakat.
       
"Pilkada merupakan proses untuk menjaring pemimpin. Kami berharap hasilnya akan mengubah wajah Tanjungpinang menjadi lebih baik dari sekarang," katanya. (KR-NP/S023)

Editor: Dedi