Jakarta (ANTARA) - BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 06.00 WIB sebanyak 109 rukun tetangga (RT) di wilayah setempat masih terendam banjir karena meluapnya sungai dan dan hujan dengan intensitas tinggi.
"Kami mencatat saat ini banjir terjadi di 109 RT dan tiga ruas jalan," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Senin.
Banjir Jakarta terjadi sejak Minggu (6/7) dini hari dan hingga Senin pagi sejumlah daerah di Jakarta Timur, Pusat, Barat dan Selatan masih banjir.
Isnawa mengatakan bahwa banjir yang merendam sebagian Jakarta itu karena hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Akibatnya kata Isnawa, sejumlah pos pantau pintu air seperti di Bendung Katulampa menjadi siaga tiga atau waspada pada Sabtu (5/7). Lalu, di hari yang sama, Pos Depok siaga tiga atau waspada pada pukul 21.00 WIB, begitu juga pos pantau di Jakarta.
Selanjutnya, lanjut dia, dengan meningkatnya intensitas air di sejumlah sungai dan hujan tinggi mengakibatkan air meluap dan menggenangi sejumlah RT di Jakarta.
Berikut 109 RT dan tiga ruas jalan di Jakarta yang masih terendam banjir;
Jakarta Pusat terdapat 17 RT terdiri dari:
- Kelurahan Karet Tengsin
* Ketinggian: 30 s.d 40 cm
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
Jakarta Barat terdapat 15 RT terdiri dari:
- Kel. Kedaung Kali Angke
* Ketinggian: 40 cm
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke
- Kel. Rawa Buaya
* Ketinggian: 70 cm
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke
- Kel. Kedoya Selatan
* Ketinggian: 30 s.d 60 cm
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan
-Kel. Kembangan Selatan
* Ketinggian: 60 cm
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan
- Kel. Kembangan Utara
* Ketinggian: 30 cm
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke
Jakarta Selatan terdapat 30 RT terdiri dari:
- Kel. Tanjung Barat
* Ketinggian: 40 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
- Kel. Pela Mampang
* Ketinggian: 30 s.d 150 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
- Kel. Pengadegan
* Ketinggian: 30 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
- Kel. Rawajat
* Ketinggian: 80 s.d 100 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
- Kel. Jati padang
* Ketinggian: 80 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan PHB Sarua
- Kel. Pejaten Timur
* Ketinggian: 50 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
- Kel. Kebon Baru
* Ketinggian: 35 s.d 70 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
Jakarta Timur terdapat 47 RT terdiri dari:
- Kel. Bidara Cina
* Ketinggian: 180 s.d 210 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
- Kel. Cipinang Muara
* Ketinggian: 40 s.d 50 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Sunter
- Kel. Kampung Melayu
* Ketinggian: 155 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
- Kel. Balekambang
* Ketinggian: 30 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
- Kel. Cawang
* Ketinggian: 100 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
- Kel. Cililitan
* Ketinggian: 60 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
- Kel. Cipinang Melayu
* Ketinggian: 150 centimeter.
* Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Sunter
Mengungsi...
BPBD) DKI Jakarta menyebutkan ratusan jiwa mengungsi ke tempat lebih aman setelah rumahnya terendam banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Ciliwung di Jakarta Timur.
"Untuk lokasi pengungsian ada di tujuh tempat," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, untuk lokasi pengungsian di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur ada di aula Kantor Kelurahan, RPTRA, dan Masjid Jami Al Abror dengan pengungsi sebanyak 137 jiwa dari 33 kepala keluarga (KK).
Selanjutnya, lokasi pengungsian lainnya berada di Masjid Jami Ittihadul Ikhwan dengan pengungsi sebanyak 74 jiwa dari 24 KK.
Lokasi pengungsian juga berada di SDN 01/02 Kampung Melayu dengan pengungsi sebanyak 119 jiwa dari 33 KK. Para pengungsi juga terdata ada yang di Masjid Al-Hawi Cililitan 11 jiwa, dan yang terakhir di Mushala Al-Ishlah Kampus Binawan Cawang, pengungsi 30 jiwa.
Yohan menambahkan, dari data terakhir terdapat 50 rukun tetangga (RT) yang berada di Jakarta Selatan dan Timur yang terdampak akibat banjir luapan Sungai Ciliwung.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan saat ini petugas sedang berupaya menangani banjir kiriman yang terjadi di 51 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan mengoperasikan pompa air.
"Saya secara langsung berkomunikasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan sekarang proses penanganan sedang dilakukan di lapangan," kata Pramono.
Menurut dia, banjir yang terjadi di kawasan bantaran Sungai Ciliwung itu terjadi karena kiriman air dari hulu. Pada Sabtu (5/7) wilayah Bogor dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas di atas 200 milimeter.
Pemprov DKI Jakarta juga sedang berupaya untuk mempercepat aliran air yang meluap dengan mengoperasikan mesin-mesin pompa air.
Selain itu, pintu air pun dibuka maksimal agar aliran air lancar dan banjir bisa secepatnya surut.
"Kalau banjir kiriman cara penanganannya lebih gampang dibandingkan dengan banjir yang terjadi karena curah hujan yang tinggi," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Banjir Jakarta, 109 RT masih terendam