Jakarta (ANTARA) - Seorang pemengaruh (influencer) berinisial H bakal melaporkan dugaan pelecehan seksual dan perundungan (bullying) terhadap anak perempuannya berinisial C di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur ke polisi.
"Kalau rencana lapor (polisi) itu kemungkinan Jumat (23/1) karena Kamis besok itu aku bakal ditemui sama keluarga si terduga pelaku ini ya, hari Kamis," kata H saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
H juga mengaku heran dengan sanksi yang dijatuhkan pihak sekolah, yakni sanksi atau hukuman berupa penangguhan sementara siswa dari kegiatan belajar-mengajar di sekolah untuk jangka waktu tertentu (skorsing) selama dua hari kepada para terduga pelaku.
"Apa harus mati dulu? Saya bilang gitu juga ke kepala sekolah. Apa harus mati dulu baru ini bisa diproses nih? Baru tuh orang dikeluarkan dari sekolah (drop out/DO)," katanya.
H juga menyebutkan, tidak sedikit korban perundungan dan pelecehan yang akhirnya mengakhiri hidup karena tidak sanggup menanggung tekanan psikologis.
"Kebetulan anak saya kuat gitu kan menceritakan itu. Sebenarnya dia udah nangis berhari-hari kan tanpa saya tahu tuh. Kalau dia tiba-tiba terjun bebas? Sama kayak orang-orang yang lakukan selama ini," ungkap Helmi.
Anak perempuan H, yakni C yang diduga menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual bermula ketika salah satu teman anaknya berinisial R diduga mengajak C merayakan tahun baru.
Selain dugaan pelecehan seksual, H juga mengungkapkan bahwa anaknya mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025 yang semakin intens terjadi pada November 2025.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Influencer H bakal laporkan dugaan "bullying" dan pelecehan anaknya

Komentar