Bandarlampung (ANTARA) - Basarnas Lampung masih melakukan pencarian terhadap dua penumpang KM Tegar Jaya yang tenggelam di perairan Pulau Tegal Mas, Kabupaten Pesawaran, pada Rabu (27/8).
"Hingga hari ini tadi kami masih melakukan pencarian terhadap dua orang penumpang KM Tegar Jaya yang ikut tenggelam," kata Kepala Kepala Basarnas Lampung Deden Ridwansah saat dihubungi dari Bandarlampung, Kamis.
Pihaknya menerima laporan kecelakaan kapal pada Rabu (27/08) pukul 23.40 WIB bahwa kapal bernama KM Tegar Jaya tenggelam di sekitar perairan Pulau Tegal Mas setelah dihantam ombak besar pada pukul 21.30 WIB.
"KM Tegar Jaya tenggelam saat melakukan perjalanan dari Pulau Condong menuju Pulau Tegal Mas dengan 17 orang di dalamnya (POB) tersebut mengalami kecelakaan hingga seluruh penumpang harus menyelamatkan diri," kata dia.
Dari 17 orang di dalam kapal tersebut, lanjutnya, sebanyak 14 orang berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan yang sedang melintas dan dibawa ke Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing.
"Sementara satu orang atas nama Dedi (39) berhasil diselamatkan oleh KM Samudra yang sedang lego jangkar di sekitar lokasi kejadian," kata dia.
Kemudian, lanjut dia, awak KM Samudra meneruskan informasi kapal tenggelam tersebut kepada Kantor Basarnas Lampung untuk bantuan SAR karena masih terdapat dua orang KM Tegar Jaya yang masih belum ditemukan.
"Mendapatkan laporan tersebut kami langsung mengerahkan satu tim menggunakan RIB 03 ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian serta satu tim lain melalui jalur darat menuju Pelabuhan Lempasing untuk mendapatkan informasi aktual dari ABK kapal yang selamat," kata dia.
Adapun data korban selama KM Tegar Jaya yang tenggelam yakni Radiman, Pitut, Muslim, Opan, Kamit, Rustom, Ipul, Ari Gandong, Piki, Nya, Eman, Toni, Dedi, dan Durahman. Sedangkan satu orang meninggal dunia yakni Alip. Sementara itu data orang dalam pencarian yakni Kasbani dan Karim.
Kapal karam di perairan Batam tenggelamkan 60 ton kelapa...
Kecelakaan laut menimpa sebuah kapal motor KM Senang Hati 68 dari Provinsi Jambi tujuan Kota Batam yang membawa muatan 60 ton kelapa karam di Pelabuhan Golden Fish, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Zaenal Arifin dikonfirmasi Senin, membenarkan adanya kejadian tersebut, dan saat ini penanganannya dipantau oleh Polsek Bulang.
"Ya, kami sudah melakukan langkah-langkah di antaranya mendatangi tempat kejadian untuk memastikan penyebab kecelakaan laut tersebut. Tim Inafis sudah kami kerahkan mengecek ke lokasi," kata Zaenal.
Terpisah Kapolsek Bulang Iptu Adyanto Syofyan mengatakan peristiwa terjadi pada Senin (25/8) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Kapal KM Senang Hati 68 tiba dari Jambi dan langsung bersandar di Pelabuhan Golden Fish Jembatan 2 Barelang, Kecamatan Bulang pada Minggu (24/8) malam.
Saat itu kapal yang membawa tiga anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda memilih bersandar di Pelabuhan Golden Fish untuk pertama kalinya. Awak kapal mengikatkan tali kapal ke salah satu tiang pancang di pelabuhan tersebut.
Namun, karena terjadi surut, dan muatan kapal belum dibongkarmuatkan ke pelabuhan, tiang pancang patah dan mengenai bagian kapal, hingga terjadi kebocoran di lambung kapal.
"Setelah kapal bersandar (Minggu-red), para kru kapal langsung istirahat dalam situasi air pasang, keesokannya (Senin-red) pukul 03.30 WIB, tiba-tiba kapal mengalami kondisi miring yang mengakibatkan bekas pancang beton dermaga yang sudah patah, hingga kapal karam," kata Adyanto.
Perwira pertama Polri itu mengatakan, akibat kapal karam, kelapa yang berada di kapal berserakan ke laut, hingga sebagian hanyut dan sebagian yang lainnya berhasil dievakuasi dan ditaruh di pelabuhan.
"Pemilik kelapa dan juga kapal, menaksir kerugian akibat alam ini mencapai Rp100 juta," ujarnya.
Baca juga: Kapal karam di Batam, 60 ton kelapa tenggelam
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Basarnas cari dua penumpang kapal tenggelam di perairan Lampung