Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus memperkuat program kesehatan jiwa masyarakat sebagai salah satu fokus dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh.

"Pemprov fokus menjadikan warga di Kepri kuat secara fisik, mental, spiritual dan sosial," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Jumat.

Ansar menyebut upaya yang telah dilakukan pemprov sejauh ini ialah dengan melaksanakan Program Mubaligh Hinterland. 

Program yang dijalankan Biro Kesejahteraan Rakyat Kepri itu menempatkan sebanyak 50 mubaligh di kawasan pesisir dan pelosok Kepri guna peningkatan pemahaman keagamaan warga, khususnya di kawasan pulau-pulau terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

Para mubaligh itu digaji sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta per orang melalui dana APBD Kepri, dengan tujuan meningkatkan aspek keimanan dan ketakwaan masyarakat sekitar.

Program tersebut sudah berjalan sejak 2023 dan dinilai terbukti ampuh untuk meningkatkan pemahaman masyarakat hinterland terhadap ilmu agama.

“Masyarakat di kawasan hinterland ternyata sangat membutuhkan keberadaan mubaligh untuk menambah pengetahuan agama mereka,” ujar Ansar.

Selain itu, lanjut Ansar, Pemprov Kepri juga fokus terhadap pembinaan keumatan yang tak terpisahkan dari kemajuan daerah.

Baca juga: Polresta Barelang dan pengemudi ojol gelar doa bersama untuk Affan Kurniawan

Setiap tahunnya, pemprov memberikan bantuan dana insentif bagi perangkat keagamaan serta dana hibah untuk rumah ibadah untuk pembinaan umat.

"Harus kita ketahui bahwa agama dan berbagai perangkatnya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan bangsa,” ucapnya.

Ansar menambahkan Pemprov Kepri melalui Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Raja Haji Daud juga melaksanakan sejumlah langkah dalam upaya peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan jiwa.

Direktur RSJKO Engku Haji Daud Dokter Asep Guntur Sapari menyampaikan beberapa langkah yang telah dilakukan, di antaranya membuat saluran Hotline Service sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan cepat tanggap terhadap permasalahan kesehatan jiwa.

Hotline Service jiwa dapat diakses oleh masyarakat luas, melalui nomor hotline 085930229000 melayani konsultasi awal.

Masyarakat dapat berbicara langsung dengan petugas kesehatan jiwa terkait keluhan psikologis, lalu krisis Intervention yaitu menangani kasus darurat seperti percobaan bunuh diri, gangguan perilaku akut maupun kondisi krisis psikologis.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat memperoleh informasi layanan mulai dari Mobile Mental Health Service (MMHS), lalu Telekonsul Jiwa Online (TeJo), serta program edukasi kesehatan jiwa lainnya.

"Termasuk rujukan cepat bila diperlukan pasien, akan segera diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan langsung di rumah sakit atau difasilitasi melalui layanan mobile," ujarnya. (Adv)

Baca juga: Sabtu, cuaca wilayah Kepri diprakirakan berawan

Baca juga: Waka I DPRD ajak masyarakat ramaikan dan jaga ketertiban Pesta Rakyat Batam 2025

 


Pewarta : Ogen
Editor : Nadilla
Copyright © ANTARA 2026