Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Penanganan TKI bermasalah usiran Pemerintah Malaysia ke kampung halamannya melalui Kota Tanjungpinang, perlu melibatkan kepolisian supaya tidak ada lagi yang melarikan diri, kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Kepulauan Riau Yudi Carsana.
"Mereka (mantan TKI bermasalah) itu bisa kabur atau mungkin dibawa oknum tertentu lari pada saat berada Tanjungpinang karena pengamanannya lemah. Sebaiknya, pengamanannya terkoordinasi dengan melibatkan pihak kepolisian," kata Yudi Carsana, di Tanjungpinang, Minggu.
Yudi mengatakan, permasalahan larinya sebanyak 9 dari 343 mantan TKI bermasalah yang dideportasi Malaysia setiba di penampungan Kota Tanjungpinang dan pada saat dibawa menuju pelabuhan Kijang, Bintan, bukan pertama kali terjadi.
Permasalahan serupa telah terjadi beberapa kali, namun pelaku di balik kaburnya mantan TKI bermasalah itu belum terungkap.
Mantan TKI bermasalah itu kemungkinan akan dibawa kembali ke Malaysia untuk bekerja secara ilegal. Mereka tidak mungkin dapat bekerja secara legal, karena saat diusir ke Tanjungpinang tidak memiliki paspor maupun dokumen kependudukan.
"Penempatan mantan TKI ilegal ke Malaysia secara ilegal merupakan bisnis yang menguntungkan. Karena itu, kaburnya mantan TKI bermasalah sering terjadi. Tentunya permasalahan itu menjadi beban pemerintah dan dapat mempermalukan negara," katanya.
Jika penanganan mantan TKI bermasalah itu dilaksanakan secara bersama-sama antara Dinas Tenaga Kerja Kepri dan Tanjungpinang, TNI dan Polri, maka kemungkinan permasalahan serupa tidak terulang.
"Tentunya kami berharap tim gabungan pengamanan merupakan orang-orang pilihan yang memiliki integritas dan profesionalitas dalam melaksanakan tugasnya. Jangan pula mereka yang menimbulkan permasalahan pada saat melaksanakan tugasnya," ujarnya.
Sebelumnya, koordinator Lapangan Satgas TKI Bermasalah Tanjungpinang Ria Murni, mengatakan, TKI bermasalah yang baru-baru ini kabur dari penampungan diketahui berasal dari Aceh dan Medan, sedangkan yang melompat dari mobil yang sedang melaju menuju pelabuhan Kijang berasal dari Flores.
"Kami menduga ada pihak-pihak yang membantu mereka kabur, karena mereka orang yang tidak tahu wilayah tetapi setelah dilakukan pencarian bersama aparat terkait tidak ditemukan," katanya.
Ria mengakui sering kecolongan, karena beberapa bulan terakhir selalu ada TKI bermasalah kabur dari penampungan, atau lari saat dibawa menuju pelabuhan Kijang.
"Bahkan ada yang nekad melompat dari kapal, diduga sudah ada pihak-pihak yang menunggu atau menjemput mereka," ujarnya.
Ria menyebut, pihaknya sudah berupaya untuk menghalangi agar para TKI bermasalah itu tidak melarikan diri, namun selalu kecolongan.
"Memang mereka kabur bukan hanya karena bantuan pihak luar, tetapi juga karena merasa belum berhasil sebagai TKI sehingga malu pulang kampung," ujarnya. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
F-PAN: Libatkan Kepolisian Tangani TKI Bermasalah
Minggu, 6 Januari 2013 20:42 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD-Pemkot Batam sepakati rancangan KUA/PPAS APBD Batam 2027 sebesar Rp4,8 T
15 August 2026 14:10 WIB
Rancangan APBD Bintan 2027 fokus pada peningkatan kesejahteraan dan produktivitas daerah
16 July 2026 21:58 WIB
Pemprov Kepri tidak beri bantuan hukum ASN tersangka penggelapan tiket Pesparawi
14 July 2026 19:03 WIB
KPK sita 12.000 dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing Juprizal terkait kasus suap
09 July 2026 11:43 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BPJS Kesehatan dorong peserta manfaatkan kemudahan kelola iuran lewat NADI JKN dan REHAB
28 August 2026 16:42 WIB
BPJS Kesehatan pastikan para peserta JKN dapat layanan tanpa beban biaya tambahan
28 August 2026 15:39 WIB