Tebing Pulau Puteri Batam Terancam Runtuh
Minggu, 27 Januari 2013 15:23 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Tebing sisi utara Pulau Puteri di Nongsa Kota Batam yang merupakan salah satu pulau terluar mengalami keretakan dan terancam runtuh akibat hantaman ombak dan gelombang.
"Bakau tidak mau hidup lagi pada sisi utara Pulau Puteri karena banyak limbah minyak. Akibatnya bagian pulau termasuk tebing tidak mampu menahan ombak. Pulau yang berbentuk lingkaran kini tinggal sebagian saja," kata tokoh masyarakat Nongsa, Batam, Abas di Batam, Minggu.
Ia mengatakan, luas Pulau Puteri dari tahun ke tahun terus menyusut. Abrasi tidak terhindarkan setelah satu persatu bakau dan tumbuhan penahan ombak lain mati karena limbah minyak dari perairan internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
"Saat musim utara otomatis kotoran dan limbah terbawa arus ke Pulau Puteri, sehingga merusak ekosistem," kata dia.
Ia mengatakan, berbagai upaya penanaman pohon sering dilakukan oleh berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi Pulau Puteri namun selalu mati.
"Kalau tidak segera dilakukan reklamasi atau pemasangan penahan ombak pada sisi utara, pulau ini suatu saat bisa hilang," kata Abas.
Abas mengatakan, luas Pulau Puteri tadinya sekitar enam kali lapangan bola. Namun akibat terus mengalami abrasi kini pulau tersebut terbagi tiga bagian dengan masing-masing luasnya tidak sampai separuh lapangan sepak bola.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan saat meninjau pulau tersebut mengatakan akan mengusulkan reklamasi pulau tersebut kepada pemerintah pusat.
"Pemerintah pusat yang berhak melakukan reklamasi untuk menyelamatkan pulau ini. Kami akan segera usulkan ke pusat," kata dia.
Ia mengatakan, pada 2012 Pemerintah Kota Batam juga mengajukan dana reklamasi untuk dua pulau terluar yang keadaannya juga kritis yaitu Pulau Pelampung dan Batu Berantai.
"Untuk Pulau Puteri juga akan kami ajukan agar segera mendapatkan dana untuk reklamasi," kata Dahlan.
Wali kota mengatakan akan membangun "pelantar" pada pulau yang dijadikan tempat wisata tersebut untuk mempermudah pengunjung.
"Kami akan upayakan pembangunan 'pelantar' dan fasilitas lain karena pulau ini merupakan kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan," kata dia. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
"Bakau tidak mau hidup lagi pada sisi utara Pulau Puteri karena banyak limbah minyak. Akibatnya bagian pulau termasuk tebing tidak mampu menahan ombak. Pulau yang berbentuk lingkaran kini tinggal sebagian saja," kata tokoh masyarakat Nongsa, Batam, Abas di Batam, Minggu.
Ia mengatakan, luas Pulau Puteri dari tahun ke tahun terus menyusut. Abrasi tidak terhindarkan setelah satu persatu bakau dan tumbuhan penahan ombak lain mati karena limbah minyak dari perairan internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
"Saat musim utara otomatis kotoran dan limbah terbawa arus ke Pulau Puteri, sehingga merusak ekosistem," kata dia.
Ia mengatakan, berbagai upaya penanaman pohon sering dilakukan oleh berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi Pulau Puteri namun selalu mati.
"Kalau tidak segera dilakukan reklamasi atau pemasangan penahan ombak pada sisi utara, pulau ini suatu saat bisa hilang," kata Abas.
Abas mengatakan, luas Pulau Puteri tadinya sekitar enam kali lapangan bola. Namun akibat terus mengalami abrasi kini pulau tersebut terbagi tiga bagian dengan masing-masing luasnya tidak sampai separuh lapangan sepak bola.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan saat meninjau pulau tersebut mengatakan akan mengusulkan reklamasi pulau tersebut kepada pemerintah pusat.
"Pemerintah pusat yang berhak melakukan reklamasi untuk menyelamatkan pulau ini. Kami akan segera usulkan ke pusat," kata dia.
Ia mengatakan, pada 2012 Pemerintah Kota Batam juga mengajukan dana reklamasi untuk dua pulau terluar yang keadaannya juga kritis yaitu Pulau Pelampung dan Batu Berantai.
"Untuk Pulau Puteri juga akan kami ajukan agar segera mendapatkan dana untuk reklamasi," kata Dahlan.
Wali kota mengatakan akan membangun "pelantar" pada pulau yang dijadikan tempat wisata tersebut untuk mempermudah pengunjung.
"Kami akan upayakan pembangunan 'pelantar' dan fasilitas lain karena pulau ini merupakan kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan," kata dia. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejutan untuk peraih medali emas Olimpiade Paris saat tiba di Indonesia
14 August 2024 7:10 WIB, 2024
Presiden pastikan bonus untuk atlet peraih medali di Olimpiade Paris 2024
09 August 2024 11:04 WIB, 2024
Atlet Panjat Tebing asal Kalimantan Barat berhasil raih Emas di Olimpiade Paris 2024
09 August 2024 11:02 WIB, 2024
Perjalanan Veddriq "Spiderman" Leonardo sumbang emas Olimpiade Paris 2024
08 August 2024 20:12 WIB, 2024
Olimpiade Paris, Vedrriq Leonardo amankan medali emas pertama untuk Indonesia
08 August 2024 19:04 WIB, 2024
Tol Tebing Tinggi--Indrapura di Sumatera Utara akan diterapkan tarif mulai 4 April 2024
03 April 2024 8:10 WIB, 2024