Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyiapkan 52.000 paket sembilan bahan pokok murah (sembako) pada awal Desember 2025 untuk mengantisipasi potensi kenaikan komoditas menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di akhir tahun.
“Paket sembako tersebut berisi beras, minyak goreng, dan gula dengan harga jual Rp100 ribu per paket, setengah dari nilai sebenarnya senilai Rp200 ribu,” katanya di Batam, Senin.
Amsakar menambahkan, peluncuran program sembako murah pada awal Desember diharapkan dapat membantu masyarakat agar tidak terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok.
Menurut dia, kondisi inflasi Batam hingga saat ini masih terkendali dengan baik.
Baca juga: 131 dapur MBG di Kepri layani 388 ribu penerima
“Informasi perkembangan soal inflasi di Batam masih sangat terkendali. Month to month 0,62 persen, year on year 2,82 persen. Angka ini masih di bawah batas inflasi nasional, artinya pengendalian harga di Batam berjalan sesuai jalur,” ujarnya.
Meski begitu, pemerintah tetap mewaspadai beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi, seperti cabai yang sedikit naik sekitar 0,25 persen.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan di Batam, termasuk dari kepolisian dan kejaksaan yang turut mendukung upaya peningkatan stok lokal.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menekan laju inflasi di masa mendatang.
Amsakar menutup dengan menyebut bahwa harga beras di Kepulauan Riau, khususnya Batam, saat ini masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp14 ribu/kg untuk beras medium dan Rp15,4 ribu/kg untuk beras premium.
Kondisi tersebut menunjukkan kontribusi signifikan Batam dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat provinsi.
“Prinsipnya, secara keseluruhan kondisi Batam relatif stabil. Kita berikhtiar sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan lokal,” ujarnya.
Baca juga: BPJS-TK Batam luncurkan Program Return to Work untuk pascakecelakaan kerja