Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menekankan pentingnya pemanfaatan data statistik guna mendorong kemajuan pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
Amalia pun mengapresiasi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan jajaran terhadap pemanfaatan data statistik yang telah membuahkan hasil positif bagi daerah tersebut.
"Saya masih ingat tahun lalu (2025), Bapak Gubernur menerima penghargaan dari Tim Pengendali Inflasi Pusat di Istana Negara, karena memanfaatkan data inflasi BPS secara optimal, sehingga intervensi yang dilakukan benar-benar tepat,” kata Amalia saat menghadiri pengukuhan Kepala BPS Kepri di Aula Wan Seri Beni Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat.
Menurut dia, kolaborasi yang solid antara BPS dan Pemprov Kepri menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan statistik berkualitas.
Ia juga mengatakan pada 2026, BPS akan melaksanakan agenda besar berupa Sensus Ekonomi (SE) 2026, yakni kegiatan sepuluh tahunan yang dilakukan setiap tahun berakhiran angka enam, seperti 2016, 2026 hingga 2036.
Menurut dia, sensus tersebut harus menjadi legacy bersama karena akan menyajikan potret utuh aktivitas ekonomi di Kepri tanpa terkecuali.
“Dengan dukungan peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya para pelaku usaha, data yang lengkap dan berkualitas akan sangat bermanfaat bagi gubernur dan jajaran dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih presisi,” katanya menjelaskan.
Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad secara resmi mengukuhkan Toto Haryanto Silitonga sebagai Kepala BPS Provinsi Kepri, menggantikan Margaretha Ari Anggorowati yang dipindah tugaskan sebagai Kepala BPS Provinsi Jawa Barat.
Pengukuhan Toto Haryanto Silitonga didasarkan pada Surat Keputusan Kepala BPS Nomor 1224001/KPG Tahun 2025 tertanggal 24 Desember 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Amalia Adininggar Widyasanti di BPS RI.
Menurut dia, berbagai inovasi yang dihasilkan BPS sangat penting, karena Presiden dan Wakil Presiden RI menaruh perhatian besar pada ketersediaan data lintas sektor yang akurat dan terpercaya.
“Data yang baik dan benar sangat dibutuhkan agar kebijakan publik yang diambil bisa terukur, tepat sasaran, dan direncanakan dengan matang,” ujar Ansar.
Ansar turut menyinggung salah satu inovasi BPS Pusat dan BPS Kepri berupa kerja sama sebagai proyek percontohan bersama TP-PKK Kepri melalui program Keluarga Cinta Statistik, yang direncanakan menjadi program nasional.
Ia menegaskan BPS merupakan mitra strategis pemerintah daerah, sehingga Pemprov Kepri akan terus memperkuat kerja sama yang intensif demi menghasilkan indikator makro ekonomi dan sosial yang semakin berkualitas.
"Semoga kita terus dapat berkolaborasi guna membangun Kepri yang lebih sukses ke depan," kata Ansar.