Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Natuna memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 928 ton yang tersimpan di gudang mereka dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga Juni 2026. Kepastian ketersediaan stok ini sekaligus menjamin stabilitas pangan di wilayah perbatasan Kepulauan Riau selama bulan suci Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri mendatang.

“Dengan ketersediaan stok yang ada, kebutuhan beras diperkirakan dapat terpenuhi hingga triwulan kedua 2026. Oleh karena itu, stok beras untuk menghadapi bulan Ramadhan dan lebaran dipastikan aman,” kata Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, dikonfirmasi dari Natuna, Rabu.

Ketahanan pangan di Natuna saat ini ini didukung oleh operasional dua gudang strategis yang berlokasi di Kecamatan Bunguran Timur dan Kecamatan Bunguran Barat.

Baca juga: Batam promosikan kawasan maritim di ajang Euromaritime 2026 di Prancis

Berdasarkan data Bulog, rata-rata penyaluran beras ke mitra di Natuna berkisar antara 50 hingga 70 ton per bulan, sehingga  volume stok 928 ton yang ada saat ini dinilai mencukupi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di tengah masyarakat.

Pencius menjelaskan, CBP disalurkan melalui dua skema utama guna menjaga daya beli warga yaitu dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan yang berasal dari pemerintah pusat maupun daerah melalui mitra resmi Bulog.

Untuk program SPHP, beras disalurkan dalam kemasan lima kilogram dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp65.500 per kemasan.

Sementara untuk program bantuan pangan, beras diberikan secara gratis kepada masyarakat kurang mampu berdasarkan data yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Penyalurannya disesuaikan dengan kebijakan dan penugasan program setiap tahunnya.

“Untuk bantuan pangan 2026, hingga saat ini kami belum menerima penugasan penyaluran,” kata Pencius.

Baca juga:
Akhirnya, gas Natuna segera dialirkan ke Batam lewat Pipa WNTS-Pemping

Polres Anambas berikan edukasi tertib lalu lintas di komunitas ojek