Batam (ANTARA) - Wali Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Amsakar Achmad menegaskan Pemerintah Kota Batam akan membentuk Gema Batam ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) untuk menguatkan budaya kebersihan dan penataan kota.
Amsakar menyampaikan, gerakan tersebut merupakan respons langsung atas pengumuman Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026, yang meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI.
“Di Batam kita namakan Gema Batam ASRI. Itu perintah langsung dari Pak Presiden. Jadi sampah mesti dibereskan,” ujar Amsakar di Batam, Jumat.
Ia mengakui, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di Batam.
“Batam berada di urutan ke-124 terkait persoalan sampah dari 336 daerah. Maka bagaimana kita harus menyelesaikan persoalan ini,” kata dia.
Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah kota mempercepat langkah penanganan secara menyeluruh.
Amsakar mengatakan, arahan Presiden tidak hanya terkait kebersihan kota, namun juga penataan estetika kota.
“Itu sudah kami gerakkan. Baliho-baliho yang tidak pada tempatnya sudah tidak ada lagi, umbul-umbul juga sudah kita tertibkan,” katanya.
Ia menegaskan, Pemkot Batam siap mengawal dan menyukseskan seluruh program prioritas nasional.
“Pemkot Batam siap mengawal pelaksanaan program strategis pemerintah pusat, termasuk Gerakan Indonesia ASRI. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Amsakar.
Dari 15 program prioritas Pemkot Batam, tiga diantaranya bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga, yakni penanganan sampah, pengendalian banjir, dan pelayanan air bersih.
“Janji politik itu kami kontrakan dengan masyarakat. Kalau persoalan sampah ini tidak selesai, tentu menjadi beban moral bagi kami,” katanya.