Batam (Antara Kepri) - Pengamat FTZ Abdullah Gose menilai Menteri Keuangan yang baru dilantik Chatib Basri mampu mensukseskan pelaksanaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan dan Karimun karena pengalaman akademisinya sebelum menjadi pejabat pemerintah.

"Sewaktu masih aktif di LPM UI saya pernah berdiskusi dengan Chatib Basri mengenai FTZ. Pemahamannya tentang FTZ luar biasa baik," kata Abdullah Gose di Batam, Selasa.

Sebagai Menteri Keuangan, Chatib Basri otomatis menjadi anggota Dewan Kawasan Nasional (DKN) yang dikoordinir Menteri Koordinator Perekonomian. DKN bertugas melakukan supervisi dan membuat kebijakan atas pelaksanaan FTZ BBK.

Gose menyatakan keyakinannya Chatib Basri mampu menggairahkan kembali pelaksanaan FTZ BBK dan mendatangkan banyak penanam modal asing. Apalagi, sebelum menjadi Menteri Keuangan, Chatib menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

"Chatib Basri merupakan pakar ekonomi makro yang tahu sekali tentang seluk beluk FTZ, berbeda dengan Agus Martowardojo yang bankir," kata dia.

Ia berharap beberapa tugas DKN yang belum selesai dapat segera terealisasi dengan pelantikan Menteri Keuangan yang baru, seperti penetapan Tanjungsauh sebagai wilayah KPBPB Batam dan pemilihan Ketua Dewan KPBPB BBK.

Pengamat ekonomi INDEF Enny Sri Hartanti menilai jejak rekam Chatib Basri menunjukkan kemampuan mantan Kepala BKPM tersebut mempromosikan Indonesia ke dunia internasional.

"Track record Pak Chatib di BKPM itu lebih ke promote ya, lebih menyerang istilahnya," kata dia.

Di Istana Negara Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik DR Mohammad Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan menggantikan Agus Martowardojo.

Menkeu yang baru dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 60/P/2013 yang ditandatangani pada 20 Mei 2013.

Chatib Basri sebelum menjabat sebagai Menteri Keuangan adalah Kepala BKPM sementara Agus Martowardojo terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Darmin Nasution dan akan dilantik pada pekan ini. (Antara)

Editor: Rusdianto