
Purbaya bakal rombak pejabat Bea Cukai

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam waktu dekat.
Ia membocorkan, perombakan itu mencakup kepala kantor wilayah hingga pejabat di lima pelabuhan besar. Sejumlah pejabat bahkan akan dinonaktifkan sementara sebagai bagian dari langkah tegas untuk memperbaiki kinerja institusi tersebut.
"Di Bea Cukai akan saya kasih kejutan agak drastis. Mungkin beberapa hari lagi, besok kali ya. Jadi saya ganti semua pejabatnya selain Dirjen. Di sekeliling Dirjen saya tukar semuanya. Terus seluruh kepala pelabuhan dan kepala kantor wilayah yang mengawasi pelabuhan saya ganti semua. Sebagian yang besar-besar saya rumahkan," kata Purbaya dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, langkah ini diperlukan agar Bea Cukai bekerja lebih serius dalam mencegah kebocoran penerimaan negara. Pergantian sejumlah pejabat menjadi bagian dari upaya memastikan target penerimaan perpajakan tahun ini dapat tercapai.
"Ini message (pesan) untuk teman-teman Bea Cukai yang lain supaya bekerja dengan lebih serius ke depan," tuturnya.
Menkeu memandang sebenarnya sumber daya manusia di DJBC memiliki kemampuan yang mumpuni, namun masih perlu dorongan kuat agar kinerjanya optimal.
Menjawab pertanyaan terkait calon pengganti pejabat yang dirombak, Purbaya mengatakan rotasi bakal dilakukan di internal DJBC. Menurutnya, mendatangkan pejabat dari luar justru membutuhkan waktu adaptasi yang lebih lama.
"Ada (pejabat) yang lebih muda naik, ada yang saya tukar. Tapi kalau dari luar kan biasanya sih enggak tahu operasi Bea Cukai akan lebih lama. Tapi yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan aja," tambah Menkeu.
Selain DJBC, Purbaya juga menyinggung rencana perombakan di jajaran pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meski ia belum merinci lebih lanjut.
Sementara itu, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyebut mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung sebagai salah satu calon kuat untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang saat ini masih kosong.
Meski mengonfirmasi nama Juda Agung telah masuk dalam bursa calon Wamenkeu, Purbaya mengaku masih belum mengetahui secara pasti siapa yang akan mengisi kursi kosong tersebut.
"Kelihatannya (Juda Agung). Kan saya sudah ketemu dengan beliau, dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya," kata Purbaya usai acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa.
Purbaya memperkirakan pelantikan akan berlangsung pada bulan Februari 2026.
"Pelantikan saya dengar sih Februari ya, ada yang bilang seharusnya Februari. Mungkin minggu depan," ucap Purbaya.
Lebih lanjut, mengenai pembagian tugas Wamenkeu ke depan, dirinya menuturkan belum mengetahui keputusan pasti.
Namun Purbaya memastikan untuk tugas penerimaan bea cukai dan pajak akan ia tangani langsung.
"Saya juga enggak tahu pembagiannya seperti apa, pokoknya kita kerja aja udah. Yang macet-macet saya beresin. Tapi bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran kita," kata Menkeu.
Sebagaimana diketahui, Juda Agung telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia kepada sejak 13 Januari 2026.
Juda Agung sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021 dan dilantik pada 6 Januari 2022.
Sementara, posisi Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan saat ini telah diisi oleh mantan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
Penunjukan tersebut merupakan hasil rapat musyawarah Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin malam ( 27/1).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Purbaya akan rombak pejabat Bea Cukai dalam waktu dekat
Pewarta : Bayu Saputra
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
