Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyebutkan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/Tahun Kuda Api 2026 menjadi momentum membangun semangat dalam memajukan daerah.

“Semoga Imlek ini menjadi momentum bagi kita terus membangun semangat kebersamaan dan memajukan Kepri ke depan," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Selasa.

Ia menyebut Kepri merupakan provinsi yang sangat heterogen, dengan seluruh suku, budaya, adat, dan agama hidup berdampingan secara rukun dan damai.

Menurut dia selama tiga tahun berturut-turut pemerintah pusat menempatkan Kepri sebagai salah satu dari lima besar provinsi dengan tingkat moderasi dan toleransi beragama terbaik nasional.

"Ini adalah modal penting bagi kita untuk terus membangun daerah," jelasnya.

Gubernur Ansar turut memaparkan dari total sekitar 2,18 juta penduduk yang tersebar di 394 pulau berpenghuni dari 2.028 pulau di Kepri, komposisi masyarakat terdiri atas berbagai suku, antara lain Melayu sekitar 29,97 persen, Jawa 22,7 persen, Batak 12,43 persen, Minang 9,71 persen, serta Tionghoa sekitar 7,7 persen, dengan sisanya merupakan suku lainnya seperti Sunda, Bugis, dan berbagai latar belakang etnis lainnya.

"Boleh berbeda suku, berbeda agama, berbeda budaya, tetapi kita dipayungi oleh Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda namun tetap satu dan inilah kekuatan Kepri," ucapnya.

Terpisah, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tanjungpinang-Bintan Djony Janto menyampaikan harapan agar Tahun Kuda Api membawa keberuntungan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat.

Dia menjelaskan Tahun Kuda Api 2026 dalam astrologi Tionghoa melambangkan periode yang sangat dinamis, penuh energi, gairah, dan transformasi cepat.

"Semoga semua beruntung di Tahun Kuda Api dan kerukunan senantiasa membawa kemajuan bagi masyarakat serta negara Indonesia," katanya singkat.