Batam, Kepulauan Riau (ANTARA) - Sebanyak 450 personel Batalyon Infanteri (Yonif) 136/Tuah Sakti di bawah kendali Korem 033/Wira Pratama mendapatkan tugas dari Mabes TNI untuk menjalankan tugas misi pengamanan daerah perbatasan di Papua Tengah.
Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama Brigjen TNI Bambang Herqutanto dikonfirmasi di Batam, Kepulauan Riau, Jumat mengatakan personel Yonif 136/Tuah Sakti telah memulai tugas dalam Operasi Pengamanan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini sejak 11 Februari 2026.
"Pasukan Yonif 136/Tuah Sakti yang terlibat dalam operasi itu jumlah 1 satuan setingkat Yonif (SSY) mereka sudah bertugas sejak 11 Februari, dengan lama tugas selama satu tahun," kata Bambang.
Selain bertugas menjaga keamanan di wilayah perbatasan di Provinsi Papua Tengah, personel Yonif 136/TS juga terlibat dalam kegiatan sosial bersama masyarakat setempat.
Berbagai kegiatan dilakukan seperti pengobatan gratis dan berbagai kasih di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya pada Rabu (18/2).
Pengobatan gratis ini merupakan program unggulan Dansatgas Yonif 136/TS Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, yakni "Tuah Sakti Berbagai Sesama" (Tsubasa) dengan mengerahkan tim kesehatan yang dipimpin Dantonkes Yonif 136/TS Lettu Ckm Fahri Agil.
Baca juga: Embarkasi Batam berangkatkan 11.351 calon haji mulai April mendatang, ini rinciannya
"Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara di Distrik Ilu mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," kata Lettu Agil.
Kemudian, Kamis (19/2), Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 136/TS menghadiri tradisi Bakar Batu dalam rangka mempererat tali persaudaraan dengan masyarakat setempat.
Tradisi Bakar Batu digelar di Gereja Induk Nume, Kabupaten Puncak Jaya berlangsung dengan hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Turut hadir tokoh masyarakat dan tokoh agama yang menyambut kehadiran Satgas Yonif 136/TS dan mengapresiasi kebersamaan yang terjalin.
Komandan Pos Nume Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya menjelaskan tradisi Bakar Batu tidak hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat, tapi juga saran mempererat hubungan antara personel Yonif 136/TS dan masyarakat setempat.
"Momen ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi, kepercayaan dan keharmonisan antara Satgas Yonif 136/TS dengan masyarakat setempat," kata Akhmad.
Yonif 136/TS merupakan Batalyon Raider yang berfungsi sebagai batalyon teritorial di wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, dan Laut Natuna Utara.
Baca juga: Embarkasi Batam berangkatkan 11.351 calon haji mulai April mendatang, ini rinciannya