Tanjungpinang (ANTARA) - Perum Bulog menyebutkan jumlah penerima bantuan pangan (PBP) pemerintah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2026 naik dua kali lipat dibanding 2025, yakni dari 72.791 orang menjadi 143.034 orang.
"Data PBP ditentukan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bulog cuma dapat penugasan menyiapkan komoditas pangan untuk disalurkan kepada para penerima bantuan," kata Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq di Tanjungpinang, Rabu.
Arief merinci jumlah PBP yang tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, antara lain Kabupaten Bintan 12.494 orang, lalu Kota Tanjungpinang 23.380 orang dan Kabupaten Kepulauan Anambas 4.273 orang.
Berikutnya, Kabupaten Lingga 16.265 orang, kemudian Kota Batam 58.066 orang, lalu Kabupaten Karimun 20.235 orang dan Kabupaten Natuna 7.321 orang.
Baca juga: BPBD sebut Natuna masih berada dalam status siaga darurat bencana hingga Maret 2026
Menurut dia, masing-masing PBP menerima bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng "Minyakita" untuk penyaluran dua bulan sekaligus, yakni periode Februari dan Maret 2026.
Bulog sedang melakukan persiapan teknis terkait ketersediaan komoditas hingga rapat bersama seluruh kabupaten/kota di Kepri guna menentukan jadwal penyaluran bantuan pangan.
"Bulan depan (Maret 2026), sudah mulai disalurkan," ungkap Arief.
Ia menyampaikan tujuan utama program PBP adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan, lalu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin dan mengendalikan inflasi karena harga beras.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menstabilkan harga bahan pokok, mengatasi rawan pangan, serta menurunkan angka stunting dengan menjamin akses pangan bergizi bagi masyarakat rentan.
"Penerima bantuan pangan ialah warga kurang mampu yang terdata dalam data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) Kemensos," demikian Arief.
Baca juga: Pemkot optimis penerbangan Kuala Lumpur ke Batam pacu kunjungan wisman 2026