Surabaya (ANTARA) - Laga big match pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin malam, berakhir tanpa pemenang. Tensi tinggi pertandingan berlanjut hingga ke ruang konferensi pers.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, enggan memberikan komentar banyak terkait jalannya laga yang berakhir imbang 2-2 tersebut.
"Ya, saya respek pada semuanya, saya respek pada media, termasuk semua yang ada di sini. Tetapi, saya juga tidak bisa bicara mengenai wasit, sehingga saya tidak bisa komentar mengenai jalannya pertandingan," kata Hodak saat konferensi pers usai pertandingan.
Saat meninggalkan ruangan, pelatih asal Kroasia itu kembali masuk dan memberikan gestur permintaan maaf kepada para jurnalis yang telah menunggu. "Itu saja. Cukup. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan," tegasnya.
Persebaya bermain imbang 2-2 saat melawan Persib pada laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion GBT Surabaya, Senin malam.
Gol Persebaya dicetak oleh Bruno Moreira pada menit ke-44 dan Francisco Rivera menit ke-83. Sementara Persib dicetak oleh Luciano Guaychocea menit ke-51 dan Andrew Jung menit ke-73.
Dari hasil pertandingan tersebut, Persebaya berada di peringkat 5 dengan total poin 39. Sedangkan Persib, masih kokoh di puncak dengan total poin 54.
Mentalitas Bajul Ijo Dipuji Bernardo Tavares
Berbeda dengan Hodak, pelatih Persebaya Bernardo Tavares justru memuji habis-habisan semangat juang anak asuhnya. Sempat tertinggal, Bruno Moreira dkk berhasil memaksakan hasil imbang lewat gol dramatis Francisco Rivera di menit ke-83.
"Kami sebenarnya ingin menang, tapi kami harus tetap senang dengan semangat juang pemain meski hasilnya seri," kata Tavares.
Terkait keputusan taktik, Tavares menjelaskan pergantian pemain dilakukan setelah Milos Raickovic melakukan pelanggaran berbahaya di dekat kotak penalti pada akhir babak pertama.
Ia menilai kondisi fisik Milos menurun karena padatnya jadwal pertandingan sehingga memilih memasukkan Gustavo Fernandes dan mendorong Risto Mitrevski lebih ke depan.
"Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi masuknya pemain bertubuh tinggi dari Persib," ucapnya.
Tavares menyebut keputusan tersebut diambil didasarkan pada analisis pertandingan Persib sebelumnya, di mana kerap mencetak gol melalui umpan silang yang memanfaatkan keunggulan postur penyerang.
Selain itu, ia membeberkan alasan menempatkan Toni sebagai sayap kanan meski pemain tersebut berposisi asli sebagai gelandang.
Menurut dia, Toni memiliki agresivitas, kecepatan, dan teknik yang sesuai dengan kebutuhan tim di sektor tersebut, bahkan mampu mencatatkan satu assist dari posisi barunya.
“Dia aslinya bukan pemain sayap kanan, tapi dia menyelesaikan pertandingan di posisi tersebut,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi dukungan suporter Bonek dan Bonita yang dinilainya memberi energi tambahan bagi tim sepanjang pertandingan.
Ia mengatakan atmosfer stadion sangat luar biasa dan membantu pemain, terutama ketika tim harus tampil dengan sejumlah pemain yang tidak berada di posisi aslinya akibat badai cedera.
“Saya tidak bisa komplain sedikit pun terhadap apa yang terjadi para pemain,” kata Tavares.
Sementara itu, pemain Persebaya Toni Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada pendukung yang hadir langsung di stadion, meskipun hasil tersebut bukan yang diharapkan.
“Tentu saja ini bukan hasil yang kita inginkan, dan di pertandingan berikutnya saya berharap kami bisa mendapatkan tiga poin,” katanya.
Selain itu, terkait posisinya sebagai winger saat lawan Persib, Toni hanya berpatok pada taktik yang pelatih berikan, bahkan sudah siap ditempatkan di posisi mana pun selama untuk kepentingan tim.
“Saya akan tampil maksimal dan selalu siap ditempatkan di posisi mana pun,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelatih Persib enggan komentar banyak usai imbang 2-2 lawan Persebaya