Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengimbau masyarakat agar tidak panik dan melakukan aksi borong (panic buying) menyusul antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Karimun saat ini dalam kondisi cukup dan aman.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun meminta warga untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan yang memicu antrean kendaraan mengular. Menurut Iskandarsyah, pasokan yang ada saat ini sudah diperhitungkan dengan matang untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.
"Warga jangan berlebihan membeli BBM (panic buying), tapi belilah sesuai kebutuhan," kata Bupati Karimun Iskandarsyah di Tanjungpinang, Rabu.
Fenomena antrean panjang sebelumnya sempat terjadi di beberapa titik pengisian bahan bakar karena adanya kekhawatiran masyarakat akan kehabisan stok. Pemkab Karimun memastikan akan terus memantau proses distribusi di lapangan agar tidak terjadi hambatan yang merugikan warga.
Bupati mengaku sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengawal sekaligus menjaga agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan di SPBU di wilayah Karimun.
Ia pun mengimbau warga tidak perlu khawatir apalagi sampai panic buying terhadap kebutuhan BBM, karena pemerintah pusat dan daerah bersama PT Pertamina telah menjamin stok BBM aman dan cukup menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Iskandarsyah memastikan stok BBM di Karimun sudah sesuai kuota yang mencapai 40 ribu kilo liter per tahun, dengan harga relatif masih stabil.
"Kami juga pastikan Pertamina sudah menghitung peningkatan kebutuhan BBM jelang lebaran," ungkapnya.
Selanjutnya, Bupati Karimun turut menyoroti adanya potensi penimbunan BBM yang dapat memicu kelangkaan BBM di masyarakat, termasuk dampak perang di Timur Tengah.
Dia memperingatkan pengusaha tidak menimbun BBM untuk mencari keuntungan di tengah momen hari besar perayaan Idul Fitri, karena akan dijerat ancaman pidana penjara.
"Intinya, saat ini kebutuhan BBM menjelang Idul Fitri aman dan cukup. Ini menandakan Negara hadir melayani masyarakat," demikian Iskandarsyah.
Sementara Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani telah mengerahkan personel Samapta untuk menggelar patroli rutin di SPBU guna mencegah masyarakat tidak membeli BBM secara berlebihan yang berdampak pada panjangnya antrean di SPBU.
Masyarakat diimbau tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, khususnya menyangkut isu kelangkaan BBM. Pemerintah memastikan stok BBM masih aman dan cukup, terutama menyambut perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Jangan beli BBM berlebihan, karena justru dapat mengganggu kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat lainnya," ujar AKBP Yunita.
Baca juga:
Baca juga: Cuaca Kepri 12 Maret 2026: Suhu udara menyengat hingga 32 derajat Celcius
Baca juga: Pemkab Natuna berhasil jaga pasokan dan harga pangan di triwulan I-2026
Kepri jamin kelancaran distribusi logistik sembako selama libur lebaran 2026
Jadwal buka puasa Batam dan wilayah Kepri hari ini, 11 Maret 2026