Lombok Timur (ANTARA) - Tim gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki asal Riau yang mengalami patah tulang kaki setelah terjatuh di kawasan Gunung Rinjani Lombok saat melakukan pendakian.

"Pendaki bernama Karimus itu harus dievakuasi akibat patah tulang kaki, setelah terjatuh di sekitar puncak Gunung Rinjani," kata Kapolsek Sembalun Polres Lombok Timur Iptu Lalu Subadri di Lombok Timur, NTB, Sabtu.

Ia mengatakan korban dilaporkan terjatuh sedalam 7 meter dari tempatnya beristirahat pada Jumat (15/5). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang kaki dan tidak dapat berjalan.

“Korban kedua jatuh saat hendak menuju puncak, posisinya sekitar 20–30 meter dari Pos Pelawangan," katanya.

Setelah mendapatkan informasi, tim gabungan dari TNGR, Polsek Sembalun, dan Edelweis Medical Help Center (EMHC) sudah bergerak naik untuk evakuasi.

"Kondisi korban stabil dan sudah diberi logistik serta penanganan awal di lokasi,” katanya.

Ia mengatakan tim rescue masih berupaya mengevakuasi korban patah tulang dari kawasan Pelawangan Sembalun menuju fasilitas medis terdekat.

"Kami mengimbau kepada wisatawan yang melakukan pendakian untuk tetap berhati-hati, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sebelumnya, juga Petugas gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki bernama Endang Subarna (48) asal Jawa Barat yang dilaporkan meninggal dunia di kawasan Gunung Rinjani.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNGR evakuasi pendaki yang patah kaki di Gunung Rinjani