Logo Header Antaranews Kepri

Rencana pembangunan kereta gantung Rinjani masih tahap kajian

Jumat, 15 Agustus 2025 14:10 WIB
Image Print
Ilustrasi - Rancangan lintasan kereta gantung dengan latar belakang Gunung Rinjani yang akan dibangun di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan pembangunan kereta gantung yang melintasi kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani Pulau Lombok masih dalam tahap kajian.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB Yusron Hadi, di Mataram, Jumat, mengatakan PT Indonesia Lombok Resort (ILR) selaku investor kereta gantung sudah menemui Gubernur Lalu Muhamad Iqbal untuk menyampaikan keinginannya tersebut.

"Dalam audiensi tersebut, pihak investor mempresentasikan gambaran awal daripada proyek yang mereka usulkan, seperti teknis pembangunan, operasional maupun dampak ekonominya," ujarnya.

Ia menjelaskan usulan proyek ini sudah ada sebelum Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

"Jadi ini baru kali pertama beliau mendapatkan penjelasan langsung terkait usulan proyek ini," ujar Yusron.

Baca juga: Prabowo peringatkan ke pengusaha curang dan ancam sita asetnya

Karena itu, Gubernur NTB perlu mempelajari lebih mendalam bagaimana proyek ini bukan hanya secara teknis maupun ekonomisnya saja, namun yang lebih utama dari itu semua adalah keberterimaan semua pihak dari aspek lingkungan, sosial, budaya dan bahkan nilai-nilai filosofi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat tentang Rinjani.

Sebelumnya, Humas PT Indonesia Lombok Resort Ahui mengatakan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara eksplisit mendukung pembangunan kereta gantung Rinjani di kawasan hutan Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah yang akan menelan biaya hingga Rp6,7 triliun itu.

"Beliau (Gubernur NTB) sangat mendukung dengan kereta gantung ini. Dia minta perhatikan faktor sosial, lingkungan hidup harus diperhatikan," ujarnya lagi.

Baca juga: 20 juta warga sudah terima makan bergizi gratis setiap hari



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026