Tentara Adu Jago Masak Ikan Napoleon
Minggu, 30 Maret 2014 18:57 WIB
Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 10 tim tentara angkatan laut dari berbagai negara adu jago masak (battle chef) dengan bahan baku Ikan Napoleon, Ikan Kakap dan Ikan Kerapu dalam rangkaian Latihan Bersama Angkatan Laut, "Multilateral Naval Exercise Komodo 2014" di Batam Kepulauan Riau, Minggu.
"Ada 10 peserta dari Latma Komodo, antara lain dari angkatan laut Vietnam, Malaysia, Jepang, Tiongkok, Brunei Darussalam dan Indonesia," kata Ketua Panitia Penyelenggara, Lisya Anggraini.
Ia mengatakan panitia sengaja memilih Ikan Napoleon, Kakap dan Kerapu untuk menjadi bahan utama dalam perlombaan masak itu, karena ikan-ikan itu khas Kepri.
"Ikan Kerapu, kakap dan napoleon adalah 'local genius'. Kami ingin mengembangkannya sebagai produk yang dikenal," kata Lisya.
Panitia membagi lomba dalam dua kategori, yaitu berbahan baku Ikan Kerapu dan Ikan Kakap, dan kategori ke dua, berbahan utama Ikan Napoleon dan Ikan Kakap.
Selain prajurit angkatan laut, masyarakat usaha kecil menengah Batam yang sudah lolos seleksi juga mengikuti lomba adu jago masak itu.
Untuk kategori kerapu dan kakap, tentara Malaysia, Vietnam dan TNI dari KRI Yos Sudarso beradu keahlian dengan tujuh UKM. Dan kategori kakap dan napoleon, tentara dari Tiongkok, Brunei Darussalam, Seskoal TNI, Thailand, Jepang, Australia, Kalinlanil RI juga beradu dengan beberapa jagoan masak UKM.
Dalam adu masak itu, panitia hanya menyiapkan bumbu dasar khas dari Indonesia, meskipun peserta dibolehkan mempersiapkan bahan tambahan yang dibawa sendiri.
"Seperti Jepang, mereka menyiapkan bahan-bahan khusus untuk masakannya," ungkap Lisya.
Setiap peserta diberikan waktu sekitar 1 jam untuk mengolah bahan makanan yang akan dinilai juri yang berasal dari restoran dan hotel mewah di Batam.
Lisya mengharapkan akan lahir resep-resep baru dari adu jago masak itu. Perpaduan dari masakan asal tentara yang dipadu dengan bumbu dasar Indonesia.
Sementara itu, hasil olahan ikan yang dihadirkan oleh peserta beragam, untuk olahan dari negara luar, ikan umumnya diolah dengan mengeluarkan dagingnya dari tulang-tulang. Berbeda dengan koki Indonesia yang kebanyakan menyajikan ikan dalam bentuk utuh, dari kepala hingga ekor.(Antara)
Editor: Dedi
"Ada 10 peserta dari Latma Komodo, antara lain dari angkatan laut Vietnam, Malaysia, Jepang, Tiongkok, Brunei Darussalam dan Indonesia," kata Ketua Panitia Penyelenggara, Lisya Anggraini.
Ia mengatakan panitia sengaja memilih Ikan Napoleon, Kakap dan Kerapu untuk menjadi bahan utama dalam perlombaan masak itu, karena ikan-ikan itu khas Kepri.
"Ikan Kerapu, kakap dan napoleon adalah 'local genius'. Kami ingin mengembangkannya sebagai produk yang dikenal," kata Lisya.
Panitia membagi lomba dalam dua kategori, yaitu berbahan baku Ikan Kerapu dan Ikan Kakap, dan kategori ke dua, berbahan utama Ikan Napoleon dan Ikan Kakap.
Selain prajurit angkatan laut, masyarakat usaha kecil menengah Batam yang sudah lolos seleksi juga mengikuti lomba adu jago masak itu.
Untuk kategori kerapu dan kakap, tentara Malaysia, Vietnam dan TNI dari KRI Yos Sudarso beradu keahlian dengan tujuh UKM. Dan kategori kakap dan napoleon, tentara dari Tiongkok, Brunei Darussalam, Seskoal TNI, Thailand, Jepang, Australia, Kalinlanil RI juga beradu dengan beberapa jagoan masak UKM.
Dalam adu masak itu, panitia hanya menyiapkan bumbu dasar khas dari Indonesia, meskipun peserta dibolehkan mempersiapkan bahan tambahan yang dibawa sendiri.
"Seperti Jepang, mereka menyiapkan bahan-bahan khusus untuk masakannya," ungkap Lisya.
Setiap peserta diberikan waktu sekitar 1 jam untuk mengolah bahan makanan yang akan dinilai juri yang berasal dari restoran dan hotel mewah di Batam.
Lisya mengharapkan akan lahir resep-resep baru dari adu jago masak itu. Perpaduan dari masakan asal tentara yang dipadu dengan bumbu dasar Indonesia.
Sementara itu, hasil olahan ikan yang dihadirkan oleh peserta beragam, untuk olahan dari negara luar, ikan umumnya diolah dengan mengeluarkan dagingnya dari tulang-tulang. Berbeda dengan koki Indonesia yang kebanyakan menyajikan ikan dalam bentuk utuh, dari kepala hingga ekor.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hasil Final Piala Asia Futsal 2026: Indonesia runner-up, usai kalah drama adu penalti lawan Iran
08 February 2026 7:43 WIB
Pelatih Arteta puji mental para pemain Arsenal usai menang adu penalti atas Palace
24 December 2025 13:38 WIB
Inter Milan kunci kemangan 5-3 atas Monza lewat adu penalti pada laga persahabatan
13 August 2025 5:58 WIB
Manchester United tutup pramusim dengan menang adu penalti 5-4 dari Fiorentina
11 August 2025 6:41 WIB
Idrus Marham sebut ada pihak ingin adu domba Golkar-Gerindra terkait isu LPG 3 kg
08 February 2025 8:56 WIB, 2025
Real Madrid amankan tenpat di semifinal setelah menang adu penalti 4-3 lawan Man City
18 April 2024 6:34 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB