Legislator Kecam BPM dan Satpol PP Batam
Senin, 10 November 2014 22:47 WIB
Batam (Antara Kepri) - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Ruslan Kasbulatov mengecam tindakan razia tempat hiburan yang dilakukan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Batam bersama Satpol PP karena dianggap menyalahi aturan.
"Komisi I DPRD Provinsi mengecam keras apa yang dilakukan BPM. Seharusnya mereka membina dulu. BPM PTSP dan Satpol PP tidak bisa main segel begitu saja, ada aturannya," kata anggota DPRD Kepri Daerah Pemilihan Kota Batam Ruslan Kasbulatov di Batam, Senin.
Seharusnya, kata dia, BPM PTSP melakukan pembinaan terlebih dulu, bukannya langsung menutup tempat usaha.
Pada akhir pekan lalu, BPM PTSP bersama Satpol PP melakukan razia tempat hiburan di Kawasan Kampung Bule. Saat razia, pemerintah menemukan beberapa tempat usaha yang tidak dilengkapi izin, sehingga langsung ditutup.
Sebelum razia, BPM PTSP sudah memberikan pernyataan di media massa yang berisi tenggat waktu pengurusan perizinan.
Namun, menurut Ruslan, pengumuman di media saja tidak cukup. Pemerintah harus membina pelan-pelan. Tidak bisa mengandalkan pengumuman di media massa yang belum tentu terbaca oleh pemilik usaha.
"Seharusnya tidak main tutup. Dibina dulu, diberikan peringatan," kata dia.
Ia juga meminta Satpol PP bersikap lebih ramah kepada pelaku usaha demi kondusivitas iklim investasi. Apalagi Batam adalah kota industri.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Satpol PP Batam, Hendri mengatakan, tidak mengetahui tindakan anggotanya saat razia bersama BPM PTSP akhir pekan lalu.
"Malam itu saya tidak ikut," katanya.
Ia menegaskan, pihaknya hanya membantu BPM PTSP yang meminta pengamanan saat inspeksi mendadak perizinan usaha.
Sebelumnya, dalam sidak izin perizinan usaha, BPM dan PTSP Batam menemukan tempat hiburan yang belum mengantongi izin.
Beberapa izin yang harus dilengkapi tempat hiburan antara lain izin lingkunangan, izin menjual minuman keras, izin domisili, izin usaha dan lainya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Komisi I DPRD Provinsi mengecam keras apa yang dilakukan BPM. Seharusnya mereka membina dulu. BPM PTSP dan Satpol PP tidak bisa main segel begitu saja, ada aturannya," kata anggota DPRD Kepri Daerah Pemilihan Kota Batam Ruslan Kasbulatov di Batam, Senin.
Seharusnya, kata dia, BPM PTSP melakukan pembinaan terlebih dulu, bukannya langsung menutup tempat usaha.
Pada akhir pekan lalu, BPM PTSP bersama Satpol PP melakukan razia tempat hiburan di Kawasan Kampung Bule. Saat razia, pemerintah menemukan beberapa tempat usaha yang tidak dilengkapi izin, sehingga langsung ditutup.
Sebelum razia, BPM PTSP sudah memberikan pernyataan di media massa yang berisi tenggat waktu pengurusan perizinan.
Namun, menurut Ruslan, pengumuman di media saja tidak cukup. Pemerintah harus membina pelan-pelan. Tidak bisa mengandalkan pengumuman di media massa yang belum tentu terbaca oleh pemilik usaha.
"Seharusnya tidak main tutup. Dibina dulu, diberikan peringatan," kata dia.
Ia juga meminta Satpol PP bersikap lebih ramah kepada pelaku usaha demi kondusivitas iklim investasi. Apalagi Batam adalah kota industri.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Satpol PP Batam, Hendri mengatakan, tidak mengetahui tindakan anggotanya saat razia bersama BPM PTSP akhir pekan lalu.
"Malam itu saya tidak ikut," katanya.
Ia menegaskan, pihaknya hanya membantu BPM PTSP yang meminta pengamanan saat inspeksi mendadak perizinan usaha.
Sebelumnya, dalam sidak izin perizinan usaha, BPM dan PTSP Batam menemukan tempat hiburan yang belum mengantongi izin.
Beberapa izin yang harus dilengkapi tempat hiburan antara lain izin lingkunangan, izin menjual minuman keras, izin domisili, izin usaha dan lainya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
China kecam intervensi militer AS di Venezuela, tolak tindakan "polisi dunia"
05 January 2026 10:04 WIB
China kecam AS karena biarkan Lin Chia-lung datang New York saat sidang umum PBB
26 September 2025 9:56 WIB
China kecam latihan maritim antara Filipina-AS-Jepang di Laut China Selatan
15 September 2025 10:51 WIB
Kim Jong Un kecam latihan militer gabungan AS dan Korsel upaya "memicu perang"
19 August 2025 15:56 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB