Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendesak  Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengajukan trayek baru angkutan umum di kawasan Dompak, Kota Tanjungpinang.

"Angkutan umum itu dibutuhkan menuju pusat Pemerintahan Kepri di Dompak, apalagi pada akhir tahun ini jembatan penghubung Dompak Tanjungpinang selesai dibangun," kata Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis di Tanjungpinang, Sabtu.

Dia menambahkan Pelabuhan Dompak selesai pada akhir tahun ini. Angkutan umum dibutuhkan di pelabuhan tersebut untuk membawa penumpang sampai ke tempat tujuan.

Angkutan umum yang dibutuhkan seperti taksi, angkot dan bus. Angkutan umum itu dapat mengangkut masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari pemerintah.

Selain itu, lanjutnya angkutan umum juga dapat dijadikan sebagai alat transportasi alternatif bagi mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji di Dompak.

"Sangat bermanfaat angkutan umum tersebut," ujarnya. 

Terkait trayek baru di Dompak, Sekretaris Organda Kepri Syaiful menegaskan pihaknya sudah beberapa kali mengajukan kepada Dishub Kepri, namun tidak direspons.

"Kami sudah sejak tahun lalu mengusulkan agar pemerintah membuka trayek baru angkutan umum di Dompak untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan dari pemerintah. Tetapi tidak ada jawaban," katanya.

Syaiful mengemukakan trayek baru angkutan umum di Dompak tidak hanya menguntungkan pemerintah dan masyarakat, melainkan pengusaha perumahan. Trayek baru di Dompak akan mempercepat pembangunan di kawasan itu.

"Akan banyak penduduk yang tinggal di sekitar Dompak," katanya.

Ketua Organda Tanjungpinang Elfi Edison mengatakan untuk trayek  perintis ke Dompak dan Senggarang harus didukung dengan subsidi pemerintah. Sebab untuk tahap awal, pemilik dan sopir angkot tidak akan berani beroperasi di trayek baru bila tidak mendapat subsidi dari pemerintah.

"Pola subsidi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dan nilainya disesuaikan dengan kondisi terkini," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto