Tanjungpinang (Antara Kepri) - PT PLN Kepulauan Riau kecuali Batam memasang seribu lebih meteran di pelanggan baru saat Tanjungpinang mengalami krisis listrik, kata Koordinator Forum Silaturahmi Mahasiswa Suaid, Kamis.
"Kami menemukan fakta-takta yang mengejutkan pada tahun 2014 sampai sekarang, ternyata PLN memasang meteran baru dan penambahan daya listrik saat kondisi daya listrik minus 6 MW," tambahnya.
Dia mengatakan kondisi kelistrikan di Tanjungpinang semakin parah di tahun 2015, salah satunya akibat pemasangan meteran baru dan penambahan daya listrik. Saat itu hingga sekarang daya listrik minus 12 MW.
Berdasarkan informasi dari PLN, beban puncak penggunaan listrik pada malam hari mencapai mencapai 57 MW.
Dia mempertanyakan sistem administrasi penambahan pelanggan baru, apakah sesuai standar operasional prosedur atau tidak.
"Ini kondisi yang memprihatinkan. Padahal PLN berjanji tidak ada penambahan pelanggan kecuali untuk kepentingan umum," ujarnya yang sudah berulang kali demonstrasi di Kantor PLN Kepri kecuali Batam yang beralamat di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang.
Suaid menantang PLN, Pemkot Tanjungpinang dan Pemprov Kepri debat terbuka terkait permasalahan krisis listrik yang sampai sekarang masih terjadi.
"Kami desak pemerintah untuk mengeluarkan surat darurat listrik. Kami desak PLN memperbaiki kinerjanya," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Seribu Meteran Baru Dipasang saat Krisis Listrik
Kamis, 11 Juni 2015 19:45 WIB
Pewarta : Niko Panama
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelindo Tanjungpinang layani 221.466 penumpang selama Natal dan Tahun baru
24 January 2026 18:19 WIB
BKKBN Kepri catat layanan KB gratis jangkau 34.454 peserta baru selama 2025
08 January 2026 11:01 WIB
Darren Fletcher minta restu Sir Alex Ferguson begitu jadi pelatih Manchester United
07 January 2026 16:11 WIB