BI: Pertumbuhan Ekonomi Membaik
Minggu, 4 September 2016 18:23 WIB
Batam (Antara Kepri) - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau menilai pertumbuhan ekonomi di wilayah itu relatif membaik pada triwulan II-2016 dibandingkan triwulan sebelumnya.
"Triwulan II ini baru kita mengalami penguatan pertumbuhan ekonomi. Lima triwulan sebelumnya mengalami perlambatan," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam Kepulauan Riau.
Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 5,40 persen meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 4,91 persen.
Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Kepri di atas rata-rata nasional yang hanya sebesar 5,10 persen.
Secara wilayah, Kepri berada di peringkat ke-4 dengan tingkat perekonomian ekonomi tertinggi di Sumatera, di bawah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Bengkulu.
Gusti menjelaskan dari sisi permintaan dorongan ekonomi terutama dipengaruhi konsumsi rumah tangga dan investasi.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 8,58 persen (yoy), didorong konsumsi barang tahan lama non makanan seiring dicairkannya Tunjangan Hari Raya dan pembayaran gaji ke-13 dan 14.
Investasi juga tumbuh 8,63 persen (yoy), yang didukung investasi bangunan.
Sementara dari sisi lapangan usaha, peningkatan kinerja sektor industri pengolahan dan konstruksi menjadi pendorong utama penguatan ekonomi Kepri.
Sektor industri pengolahan dan konstruksi masing-masing tumbuh 4,13 persen (yoy) dan 0,31 persen (yoy).
"Kegiatan konstruksi proyek pemerintah seperti jalan tol, waste water treatment juga cukup mendorong. Pembangunan apartemen seperti Pollux Habibie, Aston pun berpengaruh. Apalagi setelah ground breaking, diharapkan akan semakin mempercepat," kata Gusti memaparkan.
Sedangkan nett ekspor Kepri justru menahan laju pertumbuhan ekonomi. Padahal menurut Gusti, bila nett ekspor ini naik maka pertumbuhan ekonomi Kepri bisa lebih dari 5,4 persen. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Triwulan II ini baru kita mengalami penguatan pertumbuhan ekonomi. Lima triwulan sebelumnya mengalami perlambatan," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam Kepulauan Riau.
Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 5,40 persen meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 4,91 persen.
Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Kepri di atas rata-rata nasional yang hanya sebesar 5,10 persen.
Secara wilayah, Kepri berada di peringkat ke-4 dengan tingkat perekonomian ekonomi tertinggi di Sumatera, di bawah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Bengkulu.
Gusti menjelaskan dari sisi permintaan dorongan ekonomi terutama dipengaruhi konsumsi rumah tangga dan investasi.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 8,58 persen (yoy), didorong konsumsi barang tahan lama non makanan seiring dicairkannya Tunjangan Hari Raya dan pembayaran gaji ke-13 dan 14.
Investasi juga tumbuh 8,63 persen (yoy), yang didukung investasi bangunan.
Sementara dari sisi lapangan usaha, peningkatan kinerja sektor industri pengolahan dan konstruksi menjadi pendorong utama penguatan ekonomi Kepri.
Sektor industri pengolahan dan konstruksi masing-masing tumbuh 4,13 persen (yoy) dan 0,31 persen (yoy).
"Kegiatan konstruksi proyek pemerintah seperti jalan tol, waste water treatment juga cukup mendorong. Pembangunan apartemen seperti Pollux Habibie, Aston pun berpengaruh. Apalagi setelah ground breaking, diharapkan akan semakin mempercepat," kata Gusti memaparkan.
Sedangkan nett ekspor Kepri justru menahan laju pertumbuhan ekonomi. Padahal menurut Gusti, bila nett ekspor ini naik maka pertumbuhan ekonomi Kepri bisa lebih dari 5,4 persen. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KEF 2025, Hilirisasi perikanan bisa jadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Kepri
04 November 2025 15:47 WIB
Pertumbuhan ekonomi Kepri stabil dan diprediksi meningkat pada 2025
20 February 2025 15:28 WIB, 2025
BI: Perekonomian Kepri triwulan II 2023 tumbuh positif 5,04 persen
07 September 2023 19:14 WIB, 2023