Lantamal IV Bentuk Tim Antilimbah
Kamis, 2 Februari 2017 19:31 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV Laksamana Pertama S. Irawan membentuk Tim Antilimbah yang bertugas menyelidiki dan menindak pelaku yang membuang limbah oli di perairan Batam dan Bintan.
"Permasalahan limbah oli sudah lama terjadi, tidak dapat didiamkan, apalagi setiap tahun limbah cair maupun yang sudah menggumpal masuk ke pesisir Bintan dan Batam," ucapnya di Tanjungpinang, Kamis.
Irawan memerintahkan Tim Antilimbah untuk melakukan pengawasan terhadap kapal-kapal, terutama yang terindikasi akan membuang limbah. Tim ini akan melaporkan setiap perkembangan dari hasil kegiatan.
"Pengawasan hingga di perairan yang berbatasan dengan negara tetangga," katanya.
Baru-baru ini, anggota TNI AL menemukan limbah oli di Pantai Trikora. Selain itu, mereka juga menemukan limbah jenis yang sama di pesisir Nongsa.
"Bahkan, ditemukan di kawasan pariwisata internasional di Lagoi, Bintan. Ini akan mengganggu kenyamanan wisatawan," tegasnya.
Limbah-limbah ini mengancam ekosistem di perairan. Selain itu, limbah ini juga merusak pemandangan.
"Pasir putih yang terbentang luas, indah, dikotori limbah," katanya.
Irawan merasa optimistis anggotanya dapat mengungkap permasalahan limbah ini sampai ke akar-akarnya.
"Saya berharap pada tahun mendatang tidak ada lagi limbah oli di Batam dan Bintan," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
"Permasalahan limbah oli sudah lama terjadi, tidak dapat didiamkan, apalagi setiap tahun limbah cair maupun yang sudah menggumpal masuk ke pesisir Bintan dan Batam," ucapnya di Tanjungpinang, Kamis.
Irawan memerintahkan Tim Antilimbah untuk melakukan pengawasan terhadap kapal-kapal, terutama yang terindikasi akan membuang limbah. Tim ini akan melaporkan setiap perkembangan dari hasil kegiatan.
"Pengawasan hingga di perairan yang berbatasan dengan negara tetangga," katanya.
Baru-baru ini, anggota TNI AL menemukan limbah oli di Pantai Trikora. Selain itu, mereka juga menemukan limbah jenis yang sama di pesisir Nongsa.
"Bahkan, ditemukan di kawasan pariwisata internasional di Lagoi, Bintan. Ini akan mengganggu kenyamanan wisatawan," tegasnya.
Limbah-limbah ini mengancam ekosistem di perairan. Selain itu, limbah ini juga merusak pemandangan.
"Pasir putih yang terbentang luas, indah, dikotori limbah," katanya.
Irawan merasa optimistis anggotanya dapat mengungkap permasalahan limbah ini sampai ke akar-akarnya.
"Saya berharap pada tahun mendatang tidak ada lagi limbah oli di Batam dan Bintan," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Nikolas Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bea Cukai dan TNI AL gagalkan penyelundupan 3,5 juta batang rokok ilegal
19 May 2025 17:47 WIB, 2025
TNI AL sebut berat barang bukti narkoba selundupan di Kepri bertambah, jadi 2 ton
19 May 2025 10:11 WIB, 2025
TNI AL gagalkan penyelundupan 1,2 ton kokain dan 750 kilogram sabu di Karimun
16 May 2025 15:27 WIB, 2025
Pomal usut keributan di THM Tanjungpinang yang libatkan anggota TNI AL
24 February 2025 6:23 WIB, 2025
TNI AL bantu evakuasi penumpang kapal terbakar di Telaga Punggur Batam
26 December 2024 6:18 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Sekolah terintegrasi Merah Putih di Batam prioritaskan anak berprestasi dan hinterland
11 August 2026 13:06 WIB