Batam (Antara Kepri) - Kementerian Agama Wilayah Provinsi Kepulauan Riau memberikan pembinaan kepada penyuluh Agama Islam bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), untuk meningkatkan kemampuan para penyuluh.
Kepala Kanwil Kemenag Kepri Marwin Jamal di Batam, Kepri, Selasa menyatakan penyuluh agama merupakan satu tugas manusia di bumi, yaitu mengajak sesama untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan jahat.
"Ada tugas amar makruf dan nahi mungkar yang dilakukan oleh para penyuluh meskipun nahi mungkar terasa berat dan mengandung risiko," kata Marwin.
Penyuluh bertugas membina mental umat, menjaga iman umat, agar tidak dijual murah, dengan menjaga aqidah.
Ia mengingatkan, seorang penyuluh harus menjiwai pekerjaannya, agar bisa lebih bahagia dalam menjalankan tugasnya, meski insentif yang diterima kecil.
"Sampaikan pesan agama dengan bijaksana dan penuh dengan hikmah, supaya lebih mudah sampaikan apa yang sudah kita kerjakan kepada umat," kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag Kepri Ali Hasan Hasibuan mengatakan pembinaan dilaksanakan selama dua hari untuk mengoptimalkan tugas penyuluhan di masyarakat, memberikan arah kerja yang jelas bagi penyuluh dan membantu penyuluh dalam merencanakan program penyuluhan di daerah binaan.
"Seorang penyuluh harus tanggap dengan fenomena yang terjadi di masyarakat, seperti masalah aliran sesat yang sering meresahkan masyarakat, selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dan penyuluh harus benar-benar menguasai ilmu agama sehingga fungsi penyuluh dapat terlaksana dengan baik," kata Ali.
Saat ini jumlah penyuluh agama Islam Non PNS dibatasi hanya delapan orang per kecamatan di Kantor Urusan Agama. Di seluruh Kepri terdapat 430 orang penyuluh tersebar di seluruh kecamatan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Kemenag Kepri Bina Penyuluh Islam Non-PNS
Rabu, 15 Februari 2017 9:29 WIB
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026