Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Kepri menggelar GPM di 69 titik sepanjang 2026

Senin, 16 Februari 2026 05:47 WIB
Image Print
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, (DKP2KH) Kepri Mohammad Riza Pahlevi. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) bakal menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 69 titik sepanjang tahun 2026 guna menjaga stabilitas harga pangan.

"Gerakan Pangan Murah maupun operasi pasar digelar merata di tujuh kabupaten/kota se-Kepri," kata Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Distribusi Pangan, (DKP2KH) Kepri Mohammad Riza Pahlevi di Tanjungpinang, Minggu.

Riza menyebut kegiatan itu akan melibatkan pemerintah kabupaten/kota setempat, lalu lintas instansi vertikal serta pemangku kepentingan terkait.

Baca juga: Pemprov Kepri semarakkan Ramadhan dengan menggelar Kurma 2026

Menurut dia, Gerakan Pangan Murah bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat aksesibilitas kebutuhan pangan masyarakat dengan harga relatif terjangkau.

Ia menjelaskan DKP2KH Kepri dalam melaksanakan gerakan pangan murah, biasanya bekerja sama dengan vendor seperti Bulog, selaku penyedia komoditi pokok yang dijual dengan harga murah atau di bawah pasaran.

"DKP2KH memfasilitasi tempat dan operasional pendukung, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp10 sampai Rp15 juta per kegiatan gerakan pangan murah," ungkapnya.

Baca juga: Penjualan ornamen Imlek di Batam meningkat

Riza menambahkan gerakan pangan murah biasanya digelar saat menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan masyarakat.

DKP2KH Kepri, lanjut dia, baru-baru ini telah meluncurkan Gerakan Pangan Murah serentak di seluruh kabupaten/kota se-Kepri, khususnya menyambut perayaan Imlek dan Ramadhan 1447 Hijriah.

"Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah hadir membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau seiring tingginya kebutuhan pangan menjelang Imlek dan Ramadhan," demikian Riza.

Baca juga: Prevalensi anemia remaja putri di Batam tercatat 3,1 persen



Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026